{"id":9666,"date":"2019-12-07T22:41:34","date_gmt":"2019-12-07T15:41:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=9666"},"modified":"2019-12-07T22:41:34","modified_gmt":"2019-12-07T15:41:34","slug":"plt-dirut-rsud-ryacudu-sudah-perkirakan-kekecewaan-peserta-tes-blud-di-unila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2019\/12\/07\/plt-dirut-rsud-ryacudu-sudah-perkirakan-kekecewaan-peserta-tes-blud-di-unila\/","title":{"rendered":"Plt Dirut RSUD Ryacudu Sudah Perkirakan Kekecewaan Peserta Tes BLUD di Unila"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Utara (Journal) : Banyak nada kekecewaan yang ditunjukkan oleh para peserta yang tidak lulus tes pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dilaksanakan oleh Unila. Namun hal ini sebelumnya sudah diperkirakan<\/p>\n<p>Plt Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi dr Indra.<\/p>\n<p>\u201cItu sudah diprediksi pak, yang tidak lulus, pasti merasa bahwa ada sesuatu dan itulah kondisi yang harus saya hadapi,\u201d kata dr. Indra saat di konfirmasi media di ruang kerjanya, Sabtu (7\/12\/19).<\/p>\n<p>Dijelaskan dr. Indra, seleksi tersebut murni dari Unila. Ketika Unila menyampaikan calon karyawan tersebut lulus (disarankan), baru pihaknya melihat masa kerja karyawan tersebut sudah berapa lama.<\/p>\n<p>\u201cMohon maaf, contoh, seandainya ada yang kerjanya sudah lama, berapa tahun misalnya. Tapi ketika ujian unilanya tidak lulus, maka tidak mungkin kami bisa meluluskan. Jadi sekarang ini saya melihat, seakan-akan saya itu tidak memperhatikan masa kerja orang itu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu dr. Indra menjelaskan, dalam pelaksanaan tes kemarin, pihak Rumah sakit sudah melakukannya sesuai dengan prosedur yang ada, sehingga tidak ada unsur KKN didalamnya.<\/p>\n<p>\u201cIntinya kami melakukan semua ini sesuai dengan prosedur, jadi tidak ada istilahnya permainan \u2013 permainan disana,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Disamping itu dr. Indra menjelaskan bahwa penentuan lulus atau tidak lulusnya para peserta itu pertama dilihat dari hasil tes UNILA bukan dari masa kerja para peserta ujian.<\/p>\n<p>\u201cKita buat lulus atau tidak lulus sesorang itu berdasarkan dari UNILA bukan hanya berdasarkan dari masa kerja. Masa kerja itu, dihitung setelah ada nilai kelulusan dari UNILA, jangan di balik,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Jadi misalnya ada yang lulus nih, dicontohkan dr. Indra, mohon maaf si A lulus, Si B lulus juga. Nah kalau sudah ada yang lama bekerja, tentunya yang sudah lama bekerja yang kita terima. Tapi jangan dibalik, kalau misalnya si A dan si B yang satu lulus baru bekerja dan yang satu tidak lulus, tapi sudah lama bekerja, ya gak mungkin dong pak saya terima yang gak lulus dari UNILA untuk masuk kerja di Rumah Sakit.<\/p>\n<p>Disinggung mengenai hasil penilaian UNILA yang tidak ditampilkan, dr. Indra mengatakan bahwa hal tersebut merupakan dokumen rahasia yang harus dijaga kerahasiannya oleh UNILA dan pihak RS.<\/p>\n<p>\u201cKarena kita mau memilih SDM yang terbaik buat Rumah Sakit, demi kemajuan rumah sakit dan inilah langkah saya untuk memperjelas status kepegawaian mereka. Sehingga mereka tidak bimbang lagi,\u201dpungkasnya. (or)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Utara (Journal) : Banyak nada kekecewaan yang ditunjukkan oleh para peserta yang tidak lulus tes pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dilaksanakan oleh Unila. Namun hal ini sebelumnya sudah diperkirakan Plt Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi dr Indra. \u201cItu sudah diprediksi pak, yang tidak lulus, pasti merasa bahwa ada sesuatu dan itulah kondisi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9667,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"class_list":["post-9666","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-utara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9666"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9668,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9666\/revisions\/9668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}