{"id":9015,"date":"2019-11-12T09:05:16","date_gmt":"2019-11-12T02:05:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=9015"},"modified":"2019-11-12T09:05:16","modified_gmt":"2019-11-12T02:05:16","slug":"pengembangan-bandara-gatot-subrotoarinal-minta-adipati-surya-bidik-penumpang-pesawat-dari-sumsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2019\/11\/12\/pengembangan-bandara-gatot-subrotoarinal-minta-adipati-surya-bidik-penumpang-pesawat-dari-sumsel\/","title":{"rendered":"Pengembangan Bandara Gatot Subroto,Arinal Minta Adipati Surya Bidik Penumpang Pesawat dari Sumsel"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengungkapkan strategi pengembangan Bandar Udara Gatot Subroto sebagai bandara penerbangan sipil. Strategi tersebut selain kerjasama dengan maskapai penerbangan juga mengatur jadwal penerbangan yang marketable.<\/p>\n<p>Strategi lainnya, Gubernur minta Bupati Way Kanan Adipati Surya dan Dinas Perhubungan berkoordinasi untuk membidik penumpang pesawat di deaerah sekitar, salah satunya penumpang asal Sumatera Selatan.<br \/>\n\u201cKita harus segera lakukan kerjasama dengan maskapai yang akan digunakan, kemudian kita tentukan waktu ideal penerbangan dalam kurun waktu seminggu,\u201d ujar Gubernur Arinal Djunaidi saat menerima audiensi dari Bupati Way Kanan, Adipati Surya, di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Senin (11\/11\/2019).<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Gubernur Arinal juga mengarahkan agar Pemerintah Kabupaten Way Kanan segera berkoordinasi dengan Pemda Sumatera Selatan terkait adanya penerbangan sipil di Bandara Gatot Subroto.<\/p>\n<p>\u201cPemkab Way Kanan dan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung harus berkoordinasi dengan Pemda Sumatera Selatan dan Dinas Perhubungan disana terkait dengan Bandara Gatot Subroto. Bahwasannya akan ada penerbangan sipil di Bandara Gatot Subroto. Sehingga masyarakat terdekat seperti Way Kanan, Oku Timur, Oku Selatan, Oku Induk nantinya bisa memanfaatkan Bandara Gatot Subroto sebagai penerbangan sipil,\u201d jelas Gubernur Arinal.<\/p>\n<p>Gubernur Arinal juga menjelaskan agar Bandara Gatot Subroto harus ada penerbangan terlebih dahulu, baru akan ada penerbangan rutin nantinya. \u201cBandara ini harus kita buat lari dulu, baru nanti akan ada penerbangan rutin kedepannya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, menjelaskan bahwa sarana dan prasarana di Gatot Subroto sudah tersedia dan memadai, tinggal maskapai yang belum ada. \u201cUntuk sarana dan prasarana telah tersedia. Permasalahan saat ini adalah belum adanya maskapai yang bekerjasama,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Ia meyakini bahwa apabila penerbangan di Bandara Gatot Subroto berjalan dengan rutin, maka bandara ini akan ramai. Hal ini mengingat Bandara Gatot Subroto akan diisi dari 4 (empat) kabupaten sekitar yaitu Way Kanan, Baturaja, Martapura, dan Oku Selatan. \u201cAkan ada 4 kabupaten terdekat yang akan memanfaatkan Bandara Gatot Subroto atau sekitar 3 juta penduduk. Sehingga kami optimis bandara ini akan ramai nantinya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menjelaskan bahwa harus segera mungkin melakukan koordinasi dengan maskapai seperti citilink, garuda, atau maskapai lainnya.<br \/>\n\u201cIntinya pesawatnya dulu harus ada. Skema apapun itu nanti baru dilakukan. Yang terpenting maskapainya dahulu. Untuk itu, kita harus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan maskapai yang ditentukan apakah itu City Link ataukah Garuda,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : Humas Pemprov<\/p>\n<p>365<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengungkapkan strategi pengembangan Bandar Udara Gatot Subroto sebagai bandara penerbangan sipil. Strategi tersebut selain kerjasama dengan maskapai penerbangan juga mengatur jadwal penerbangan yang marketable. Strategi lainnya, Gubernur minta Bupati Way Kanan Adipati Surya dan Dinas Perhubungan berkoordinasi untuk membidik penumpang pesawat di deaerah sekitar, salah satunya penumpang asal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9016,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-9015","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9015"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9017,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9015\/revisions\/9017"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}