{"id":8998,"date":"2019-11-10T18:57:47","date_gmt":"2019-11-10T11:57:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=8998"},"modified":"2019-11-10T18:57:47","modified_gmt":"2019-11-10T11:57:47","slug":"warga-sukamandi-gelar-arak-arakan-peringati-maulid-nabi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2019\/11\/10\/warga-sukamandi-gelar-arak-arakan-peringati-maulid-nabi\/","title":{"rendered":"Warga Sukamandi Gelar Arak-Arakan Peringati Maulid Nabi"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\">Lampung Selatan (Journal): Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi besar Muhammad SAW, warga Lingkungan 04 Sukamandi Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Kalianda Lampung Selatan (Lamsel) gelar arak-arakan kembang telor.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Puluhan mobil dan ratusan motor dihiasi kembang telur padati pawai keliling dengan iring-iringan dan Shalawatan oleh group Musik Gambus Marawis Risma Al-Ghofur Lingkungan 04 Sukamandi.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Arak-arakan kembang telur merupakan kegiatan rutin setiap tahun dilaksanakan. Hal ini sebagai bentuk kecintaan dan sara syukur masyarakat Sukamandi kepada Nabi Besar Muhammad S.A.W dihari kelahiranya di Bulan Maulud 1441 H tahun 2019.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Ketua PHBI Lingkungan 04 Sukamandi, Ahmad Efendi mengatakan, pawai kembang telur merupakan tradisi dan budaya yang rutin setiap tahun dilaksanakan warga Lingkungan 04 Sukamandi.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Menurut dia, antusias masyarakat sangat tinggi terlihat banyaknya kendaraan baik roda empat dan ratusan motor pribadu dihiasi berbagai bentuk kembang telur untuk mengelilingi Ibu Kota Kalianda.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Arak-arakan kembang telur ini, rutin setiap tahun dilaksanakan, dengan menghiasi kendaraan baik mobil maupun motor dalam peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad, SAW 1441 H,&#8221; ujar Ahmad Efendi kepada media, Minggu (10\/11\/2019).<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Efendi menambahkan, tujuan arak-arakan tersebut untuk merasakan kebersamaan dalam berkeragaman dengan harapan kekompakan warga terus terjalin walaupun berbeda suku.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Ini sebagai bentuk rasa sykur dan kecintaan kami warga Sukamandi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Pawai kembang telur ini juga sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan dalam masyarakat,&#8221; jelasnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sementara itu, Kepala Lingkungan 04 Sukamandi, Alamsyah menambahkan, peringatan Maulid Nabi Muhmmad, SAW rutin dilaksanakan masyarakat disini.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Selain arak-rakan kembang telur yang menfhiasi kendaraan kata Alamsyah, rencanya akan dilaksanakan Tablik Akbar dengan mengundang Ustad ternama pada malam 25 November 2019 mendatang.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Maulid Nabi Muhammad S.A.W 1441 H tahun 2019, mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Rencananya puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 25 November 2019,&#8221; pungkasnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Untuk diketahui, pelaksanaan Arak-arakan kembang telur dimulai dari Sukamandi menuju jalan veteran, pasar lama dan jalan protokol komplek Pemda, kamudian Jalan Cjindar Bumi Lapangan Raden Intan Kalianda lalu kembali ke Lingkungan 04 Sukamandi.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Fitri<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (Journal): Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi besar Muhammad SAW, warga Lingkungan 04 Sukamandi Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Kalianda Lampung Selatan (Lamsel) gelar arak-arakan kembang telor. Puluhan mobil dan ratusan motor dihiasi kembang telur padati pawai keliling dengan iring-iringan dan Shalawatan oleh group Musik Gambus Marawis Risma Al-Ghofur Lingkungan 04 Sukamandi. Arak-arakan kembang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8999,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-8998","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8998","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8998"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8998\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9000,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8998\/revisions\/9000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}