{"id":8924,"date":"2019-11-06T18:39:23","date_gmt":"2019-11-06T11:39:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=8924"},"modified":"2019-11-06T18:39:23","modified_gmt":"2019-11-06T11:39:23","slug":"warga-kalianda-di-gemparkan-jenazah-wanita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2019\/11\/06\/warga-kalianda-di-gemparkan-jenazah-wanita\/","title":{"rendered":"Warga Kalianda di Gemparkan Jenazah Wanita"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (Journal): Warga Kalianda digegerkan dengan penemuan mayat berkelamin wanita diaeral perkebunan warga, tepatnya jalan menuju stadion Jati Kecamatan Kalianda, Rabu pagi (6\/11).<\/p>\n<p>Penemuan tersebut berawal dari sebuah postingan di sosial media &#8220;Facebook&#8221; dengan akun Pelita Yona Sari sekitar pukul 06.20 wib, memposting sebuah foto dengan caption \u201cApakah ada yang kenal kejadian pagi ini di stadion\u201d.<\/p>\n<p>Dalam postingan foto itu terlihat wanita dengan kaos hitam dan celana panjang ketat warna cream. Diperkirakan wanita yang berkulit kuning langsat itu berusia 20-25 tahun.<\/p>\n<p>Teka-teki identitas mayat wanita yang ditemukan di tergeletak di dekat Stadion Zainal Abidin Pagar Alam atau juga akrab disebut Stadion Jati Kalianda, diungkap kerabat dekat korban.<\/p>\n<p>Menindaklanjuti hal tersebut, menuju RSUD Bib Bazzar SKM Kalianda, Selamet Riyadi, paman korban mengungkapkan identitas korban adalah Belly Oktavia atau kerap disapa Via, warga Desa Kalisari Dusun Banjarsari Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Diketahui korban tercatat sebagai siswi SMAN 2 Natar.<\/p>\n<p>\u201cBenar ini keponakan saya, dipanggil Via, nama lengkapnya Belly Oktavia. Dia ini rumahnya di Natar,\u201d ungkap Selamet Riadi kepada wartawan saat ditemui di kamar jenazah RSUD H. Bob Bazar Kalianda.<\/p>\n<p>Menurut keterangan Slamet, Via meninggalkan rumah sejak Senin (4\/11\/2019) malam sekitar pukul 23.00 wib. Namun tidak jelas korban pergi saat itu dengan siapa dan bertujuan kemana.<\/p>\n<p>\u201cKalau kata ibunya, pergi jam 11 malam benar. Dan ini (korban) memang keponakan saya dari Natar. Kata emaknya dia pergi dari Senin malam jam sekitar jam 11,\u201d imbuh Selamet.<\/p>\n<p>Sementara itu, menelusuri Akun Facebook \u2018Via Ndut\u2019 (milik korban) ramai menjadi pembicaraan rekan korban.<\/p>\n<p>Karena pasca, ditemukan sekitar pukul 06.20 wib tadi pagi sudah tidak bernyawa. Namun kegaduhan timbul saat akun almarhumah Via aktif.<\/p>\n<p>Story upload foto pada Selasa (5\/11\/2019) pukul 14.32 dengan caption \u201cPrewed mbok\u201d terlihat korban foto bersama sang pacar dengan latar perkebunan karet. Foto dengan 2 sepeda motor dan boneka, korban terlihat mesra dengan pacarnya. Dalam upload foto itu mendapat 200 like dan 71 komentar dan 4 kali dibagikan hingga berita ini diturunkan.<\/p>\n<p>Beragam komentar warganet dengan mayoritas mempertanyakan akun FB itu aktif dan dugaan pelaku pembunuhan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fitri<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (Journal): Warga Kalianda digegerkan dengan penemuan mayat berkelamin wanita diaeral perkebunan warga, tepatnya jalan menuju stadion Jati Kecamatan Kalianda, Rabu pagi (6\/11). Penemuan tersebut berawal dari sebuah postingan di sosial media &#8220;Facebook&#8221; dengan akun Pelita Yona Sari sekitar pukul 06.20 wib, memposting sebuah foto dengan caption \u201cApakah ada yang kenal kejadian pagi ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8925,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-8924","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8924"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8926,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8924\/revisions\/8926"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}