{"id":8477,"date":"2019-10-15T19:14:51","date_gmt":"2019-10-15T12:14:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=8477"},"modified":"2019-10-15T19:14:51","modified_gmt":"2019-10-15T12:14:51","slug":"ditandai-pelepasan-burung-winarni-nanang-ermanto-buka-persari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2019\/10\/15\/ditandai-pelepasan-burung-winarni-nanang-ermanto-buka-persari\/","title":{"rendered":"Ditandai Pelepasan Burung, Winarni Nanang Ermanto Buka Persari"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\">Lampung Selatan (Journal): Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-59 tahun 2019, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lampung Selatan menggelar Perkemahan Satu Hari (Persari) di lapangan Desa Klaten, Kecamatan Penengahan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Kegiatan yang diikuti Pramuka Siaga Tingkat Kwarcab se-Kabupaten Lampung Selatan itu, dibuka oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto yang ditandai dengan pelepasan burung, Selasa pagi (15\/10\/2019).<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Winarni yang menjadi pembina upacara pembukaan Persari itu mengatakan, Pramuka diharapakan dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Dengan kegiatan Persari itu, diharapakan Gerakan Pramuka dapat membentuk kepribadian generasi muda yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriot, taat hukum, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cMelalui Persari ini juga, diharapkan anak-anak kita akan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa yang menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengamalkan Pancasila sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka,\u201d ujar Winarni.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Dikesempatan itu, Winarni juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada kakak-kakak pelatih dan pembina gugus depan yang sampai saat ini masih konsisten terhadap keberlangsungan kegiatan Pramuka.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cSemoga upaya pembentukan karakter generasi muda melalui pembinaan dengan gerakan Pramuka yang dilakukan kakak-kakak akan menjadi ladang pahala dan mendapat balasan dari Allah SWT,\u201d ucap Winarni.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Winarni juga berpesan kepada seluruh peserta upacara yang hadir untuk dapat mengikuti dengan seksama kegiatan Persari tersebut.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sebab menurutnya, melalui kegiatan itu para peserta akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik itu wawasan, kedisiplinan, ketangkasan dan keterampilan maupun kemandirian dalam rangka pengembangan diri maupun mental pikiran.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cMomentum ini sangat penting bagi program pengkaderan Pramuka hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk itu, keterlibatan semua pihak dalam menciptakan kader Pramuka yang handal, terampil dan berdedikasi sangat dibutuhkan, sehingga kader-kader Pramuka ini nantinya menjadi bagian penting dalam pembangunan di negara kita tercinta ini,\u201d katanya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Perkemahan yang berlangsung satu hari itu diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan seperti lomba menjahit, memasak, menyulam, membuat kerajinan tangan dari kayu, dan Morse. (Fitri)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (Journal): Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-59 tahun 2019, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lampung Selatan menggelar Perkemahan Satu Hari (Persari) di lapangan Desa Klaten, Kecamatan Penengahan. Kegiatan yang diikuti Pramuka Siaga Tingkat Kwarcab se-Kabupaten Lampung Selatan itu, dibuka oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8478,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-8477","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8477"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8479,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8477\/revisions\/8479"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}