{"id":7994,"date":"2019-09-24T20:25:32","date_gmt":"2019-09-24T13:25:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=7994"},"modified":"2019-09-24T20:25:32","modified_gmt":"2019-09-24T13:25:32","slug":"demi-pelayanan-publik-yang-baik-wagub-chusnunia-dan-opd-tanda-tangani-komitmen-sp4n-lapor-bersama-ombudsman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2019\/09\/24\/demi-pelayanan-publik-yang-baik-wagub-chusnunia-dan-opd-tanda-tangani-komitmen-sp4n-lapor-bersama-ombudsman\/","title":{"rendered":"Demi Pelayanan Publik yang Baik, Wagub Chusnunia dan OPD Tanda Tangani Komitmen SP4N-LAPOR Bersama Ombudsman"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal): Demi penyelenggaraan pelayanan publik yang baik di Provinsi Lampung, Wagub Chusnunia Chalim dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik Provinsi maupun kabupaten\/kota menandatangani komitmen penguatan pengelolaan pengaduan bersama Ombudsman Republik Indonesia, di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung Selasa, (24\/09\/2019).<\/p>\n<p>Pengelolaan pengaduan tersebut tertuang dalam Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR).<\/p>\n<p>\u201cDengan komitmen ini saya berharap kerjasama kita untuk meningkatkan pelayanan publik makin optimal. Kita dapat bersama \u2013 sama mengurai pengaduan dengan baik hingga selesai,&#8221; ujar Wagub yang juga membuka Work Shop SP4N-LAPOR di tempat yang sama.<\/p>\n<p>Wagub menegaskan penandatanganan komitmen ini mengandung nilai yang strategis, dalam upaya mewujudkan peningkatan pengelolaan pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan.  Hal itu sesuai misi ke-2 \u201cRakyat Lampung Berjaya\u201d yaitu \u201cMewujudkan good Governance\u201d untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan publik.<\/p>\n<p>Chusnunia juga menyampaikannya dalam menjalankan Pemerintahan pihaknya akan bergandengan tangan bersama semua pihak termasuk sektor swasta.<\/p>\n<p>\u201cDalam menangani pengaduan pun kita tidak lantas bergerak sendirian, antar  OPD akan saling berkoordinasi bahkan bila perlu akan berkootrdinasi dengan pihak swasta untuk menangani pengaduan hingga tuntas,\u201d tambah Wagub.<\/p>\n<p>Sementara itu, pihak Ombudsman selaku pengawas jalannya pelayanan publik di Indonesia melalui perwakilannya Dadan Suharmawijaya menyampaikan penghargaannya kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas komitmen dan keseriusannya selama ini.<\/p>\n<p>\u201cSP4N-LAPOR sangat penting artinya dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pengawasan program dan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik,&#8221; kata Dadan. <\/p>\n<p>Seperti diketahui,  SP4N-LAPOR merupakan sebuah sarana aspirasi dan pengaduan berbasis aplikasi elektronik yang mudah diakses dan terpadu dengan Kementerian\/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta BUMN di Indonesia.<\/p>\n<p>Dadan berharap seluruh pengelolaan pengaduan pelayanan publik terintegrasi dengan aplikasi LAPOR, dengan melibatkan petugas-petugas yang terlatih dan kompeten.<\/p>\n<p>\u201cAplikasi ini bukan pengganti bagi sistem pengaduan yang telah dimiliki oleh Kabupaten\/ Kota tetapi semua jenis aplikasi pengaduan yang dimiliki diharapkan terintegrasi dengan LAPOR -SP4N,&#8221; jelas Dadan.<\/p>\n<p>Dadan menambahkan pengelolaan pengaduan bukanlah atribut semata tetapi merupakan inti\/ roh dari pelayan publik itu sendiri. <\/p>\n<p>Sumber: Humas Pemprov<br \/>\n307<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal): Demi penyelenggaraan pelayanan publik yang baik di Provinsi Lampung, Wagub Chusnunia Chalim dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik Provinsi maupun kabupaten\/kota menandatangani komitmen penguatan pengelolaan pengaduan bersama Ombudsman Republik Indonesia, di Balai Keratun Kantor Gubernur Provinsi Lampung Selasa, (24\/09\/2019). Pengelolaan pengaduan tersebut tertuang dalam Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7995,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-7994","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7994"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7996,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7994\/revisions\/7996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}