{"id":7772,"date":"2019-09-17T17:22:27","date_gmt":"2019-09-17T10:22:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=7772"},"modified":"2019-09-17T17:22:27","modified_gmt":"2019-09-17T10:22:27","slug":"arinal-djunaidi-dorong-ptpn-vii-kembangkan-komiditas-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2019\/09\/17\/arinal-djunaidi-dorong-ptpn-vii-kembangkan-komiditas-kopi\/","title":{"rendered":"Arinal Djunaidi Dorong PTPN VII Kembangkan Komiditas Kopi"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal): Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mendorong PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII untuk mengembangkan komoditas kopi di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin menggagas agar PTPN VII di Lampung ini mengembangkan komoditas kopi. Karena kita tahu bahwa Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia dan kopi Lampung sudah terkenal,&#8221; ujar Gubernur Arinal saat menerima audiensi dari Direktur Utama PTPN VII, di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (17\/9\/2019).<\/p>\n<p>Seperti diketahui, PTPN VII sendiri bergerak di bidang perkebunan\u00a0karet, kelapa sawit,\u00a0tebu, dan\u00a0teh dimana wilayah operasinya meliputi Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung. <\/p>\n<p>Lanjut Arinal, menurutnya pengembangan komoditas kopi Lampung ini juga untuk menjawab kebutuhan Indonesia akan pasar internasional.<\/p>\n<p>&#8220;Ini agar Indonesia mendapatkan kepastian kualitas kopi dari Lampung. Jadi kebutuhan pasar internasional ada di Lampung,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Masih kata Arinal, bahwa dari komoditas kopi ini juga lah yang dibutuhkan oleh masyarakat dan para petani Lampung. &#8220;Dari kopi ini saya ingin memakmurkan rakyat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, Arinal meminta kepada PTPN VII untuk segera memetakan lokasi lahan yang bisa digunakan untuk mengembangkan komoditas kopi tersebut.<\/p>\n<p>Selain itu, guna mewujudkan hal tersebut, meminta untuk segera membentuk tim antara PTPN VII, Pemerintah Provinsi Lampung dan pihak terkait.<\/p>\n<p>&#8220;Petakan dahulu dimana hamparan lokasinya, di kabupaten mana, kecamatan mana dan luasannya berapa. Kita harus bangkit dan harus bisa memberdayakan masyarakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain komoditas kopi, Arinal juga ingin menggagas pengembangan komoditas coklat.<\/p>\n<p>&#8220;Kopi utamanya, selain itu juga coklat. Karena nanti dari Menteri Pertanian juga, Lampung akan mendapatkan 50 hektare kopi dan 50 hektare coklat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Arinal menyebutkan ingin membawa BUMN di Lampung untuk bisa berkembang dengan baik. <\/p>\n<p>Arinal mengaku siap membantu PTPN VII untuk membangun perkebunan komoditas yang dirinya gagas tersebut di Lampung. &#8220;Saya ingin PTPN VII di Lampung untuk membangun Indonesia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain pengembangannya, Arinal juga ingin agar PTPN VII nantinya dapat meningkatkan produksi kopi di Lampung.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin PTPN sebagai sumber informasi rakyat, sumber bibit bagi rakyat dan sumber pasar untuk rakyat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Utama PTPN VII, Muhammad Hanugroho\u00a0siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembangkan komoditas kopi dan coklat. &#8220;Kita akan segera petakan apa yang menjadi gagasan dari bapak Gubernur,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sumber: Humas Pemprov<br \/>\n320<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal): Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mendorong PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII untuk mengembangkan komoditas kopi di Provinsi Lampung. &#8220;Saya ingin menggagas agar PTPN VII di Lampung ini mengembangkan komoditas kopi. Karena kita tahu bahwa Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia dan kopi Lampung sudah terkenal,&#8221; ujar Gubernur Arinal saat menerima audiensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7773,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-7772","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7772"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7774,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7772\/revisions\/7774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}