{"id":7437,"date":"2019-09-05T22:55:29","date_gmt":"2019-09-05T15:55:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=7437"},"modified":"2019-09-05T22:55:29","modified_gmt":"2019-09-05T15:55:29","slug":"ops-patuh-polres-tanggamus-amankan-seorang-paruh-baya-membawa-airsoft-gun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2019\/09\/05\/ops-patuh-polres-tanggamus-amankan-seorang-paruh-baya-membawa-airsoft-gun\/","title":{"rendered":"Ops Patuh Polres Tanggamus Amankan Seorang Paruh Baya Membawa Airsoft Gun"},"content":{"rendered":"<p>Tanggamus (Journal) : Berdalih untuk menjaga diri, seorang pria paruh baya (51) yang mengaku berprofesi tani, terjaring razia ops patuh krakatau 2019 polres Tangamus, di Jalan Raya Pekon Kutadalom Kecamatan Gisting. Kamis (05\/09\/19).<\/p>\n<p>Berdasarkan keterangannya (YA), ia membawa senjata airsoftgun untuk menjaga diri sebab akan berangkat ke kebunnya di Kecamatan Sumberejo, Tanggamus.<\/p>\n<p>&#8220;Bawa soft Gun untuk menjaga diri, soalnya saya mau ke kebun di Sumberejo,&#8221; ucap pria berbadan kecil tersebut. <\/p>\n<p>Lelaki paruh baya, yang mengaku berprofesi tani itu, tertangkap membawa sepucuk senjata Airsoft Gun, berikut 6 butir peluru gotri, ketika terjaring razia operasi Patuh Krakatau 2019 Polres Tanggamus.<\/p>\n<p>Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Yuniarta, SH mengungkapkan, (YA) diamankan sekitar pukul 10.30 Wib dalam pelaksanaan razia Ops Patuh di Jalan Raya Pekon Kutadalom Kecamatan Gisting. <\/p>\n<p>&#8220;Airsoft Gun ketahuan dibawa (YA) didalam tas selempang, ketika dia hendak mengeluarkan surat-surat kendaraan,&#8221; ungkap AKP Yuniarta mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, SH. SIK.<\/p>\n<p>Lanjutnya, &#8221; (YA) merupakan warga beralamatkan pekon kalibening, ketika melintas sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra X Nopol BE 7377 ZB, dari arah Talang Padang menuju ke arah Kota Agung.<\/p>\n<p>Saat dilakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, yang bersangkutan mengeluarkan dari dalam tas miliknya, petugas kami di lapangan melihat senjata tersebut, kemudian langsung di amankan,&#8221;  jelasnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan AKP Yuniarta, saat ini pelaku pembawa Airsoft Gun, telah diserahkan ke Satresrkim Polres Tanggamus guna pemeriksaan lebih lanjut. &#8220;Pelaku dan dan Airsoft Gun telah diserahkan ke Satreskrim,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas melalui Kanit Reserse Umum (Kanit Resum) Ipda Iman Sobri, SH mengatakan, pihaknya telah menerima penyerahan pelaku dari Sat Lantas dan Sipropam.<\/p>\n<p>&#8221; Satuan Lalu Lintas Polres Tanggamus bersama Sipropam, telah mengamankan dan menyerahkan seorang pria (51) tahun, berinisial (YA) warga Pekon Kalibening Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Kamis (05\/09\/19) siang.<\/p>\n<p>Terhadap pelaku telah dilakukan pemeriksaan, Airsoft Gun dalam kondisi baik, berisi 6 butir peluru gotri, diketahui surat-surat kepemilikan Airsoft Gun telah mati masa berlakunya.<\/p>\n<p>Karena peruntukan senjata hanya untuk digunakan di lokasi latihan menembak, maka softgun kami sita,&#8221; kata Ipda Iman Sobri. <\/p>\n<p>Penulis:Jeni<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggamus (Journal) : Berdalih untuk menjaga diri, seorang pria paruh baya (51) yang mengaku berprofesi tani, terjaring razia ops patuh krakatau 2019 polres Tangamus, di Jalan Raya Pekon Kutadalom Kecamatan Gisting. Kamis (05\/09\/19). Berdasarkan keterangannya (YA), ia membawa senjata airsoftgun untuk menjaga diri sebab akan berangkat ke kebunnya di Kecamatan Sumberejo, Tanggamus. &#8220;Bawa soft Gun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7429,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-7437","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanggamus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7437"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7438,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions\/7438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}