{"id":25207,"date":"2026-04-28T13:57:06","date_gmt":"2026-04-28T06:57:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=25207"},"modified":"2026-04-28T13:57:06","modified_gmt":"2026-04-28T06:57:06","slug":"kadis-psda-diduga-usir-awak-media-di-kampus-darmajaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2026\/04\/28\/kadis-psda-diduga-usir-awak-media-di-kampus-darmajaya\/","title":{"rendered":"Kadis PSDA Diduga Usir Awak Media Di Kampus Darmajaya"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-25208\" src=\"http:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260428-WA0042-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Bandar Lampung \u2014 Seorang jurnalis mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat meliput kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas persoalan banjir di Kota Bandar Lampung. Peristiwa itu terjadi di kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya pad Selasa, (28\/4\/2026).<\/p>\n<p>Jurnalis Rembes.com yang juga pengurus Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung, Wildan Hanafi, mengatakan dirinya diminta menjauh saat mengambil gambar dalam forum tersebut.<\/p>\n<p>Ia menyebut tindakan itu diduga dilakukan oleh Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana.<\/p>\n<p>\u201cDia mengusir saya saat saya sedang mengambil video acara di Darmajaya,\u201d kata Wildan.<\/p>\n<p>Menurut Wildan, peristiwa itu terjadi ketika ia merekam sambutan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Ia mengaku diminta oleh staf untuk tidak mengambil gambar di depan pejabat tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPadahal saya hanya sebentar mengambil video dan foto dalam kegiatan FGD itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Wildan menuturkan, ia melihat gestur yang menunjukkan ketidaksenangan dari pejabat tersebut ketika dirinya mengambil gambar.<\/p>\n<p>Ia juga mempertanyakan sikap tersebut, mengingat kegiatan itu merupakan forum terbuka.<\/p>\n<p>\u201cIni kan kegiatan resmi. Kami bekerja untuk dokumentasi dan publikasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sejumlah jurnalis lain yang berada di lokasi mengaku menyaksikan kejadian serupa. Mereka menyebut ada permintaan agar jurnalis tidak menghalangi pandangan saat pemaparan berlangsung.<\/p>\n<p>\u201cPadahal ini bagian dari kerja jurnalistik untuk mendokumentasikan kegiatan,\u201d ujar salah satu jurnalis yang enggan disebutkan namanya.<\/p>\n<p>Wildan berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta para pejabat publik menghormati kerja-kerja jurnalis dalam menjalankan fungsi informasi.<\/p>\n<p>\u201cKami bekerja untuk menyampaikan informasi kepada publik. Itu bagian dari pilar demokrasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kegiatan FGD tersebut menghadirkan sejumlah tokoh akademisi dan pejabat, di antaranya Rektor Darmajaya Rz Abdul Aziz, Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani, Rektor Universitas Bandar Lampung Yusuf Barusman, serta Rektor Institut Teknologi Sumatera I Nyoman. Hadir pula anggota DPD RI Bustami Zainudin dan Abdul Karim, serta anggota DPR RI Mukhlis Basri.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung \u2014 Seorang jurnalis mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat meliput kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas persoalan banjir di Kota Bandar Lampung. Peristiwa itu terjadi di kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya pad Selasa, (28\/4\/2026). Jurnalis Rembes.com yang juga pengurus Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung, Wildan Hanafi, mengatakan dirinya diminta menjauh saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-25207","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25207"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25209,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25207\/revisions\/25209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}