{"id":24972,"date":"2026-04-10T17:10:19","date_gmt":"2026-04-10T10:10:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=24972"},"modified":"2026-04-10T17:10:19","modified_gmt":"2026-04-10T10:10:19","slug":"giri-akbar-pembangunan-infrastruktur-jalan-tak-boleh-asal-jadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2026\/04\/10\/giri-akbar-pembangunan-infrastruktur-jalan-tak-boleh-asal-jadi\/","title":{"rendered":"Giri Akbar :  Pembangunan Infrastruktur Jalan Tak Boleh Asal Jadi"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-24974\" src=\"http:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0036-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Lampung Timur (LW): Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tak boleh asal jadi. Kualitas dan daya tahan harus menjadi prioritas utama.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikannya saat menghadiri groundbreaking perbaikan ruas jalan strategis Jabung\u2013SP Labuhan Maringgai sepanjang 6,2 kilometer, Jumat (10\/4), bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK).<\/p>\n<p>Ruas jalan ini menjadi jalur vital yang selama ini menopang mobilitas masyarakat Lampung Timur, sekaligus urat nadi distribusi hasil pertanian.<\/p>\n<p>Giri menyebut, proyek tersebut merupakan hasil perjuangan aspirasi anggota DPRD dari daerah pemilihan Lampung Timur, sehingga manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak mau jalan ini baru dibangun, tapi di 2028 atau 2029 sudah rusak. Harus dikerjakan dengan kualitas terbaik,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan kontraktor pelaksana, PT Rezeki Raya Abadi, agar bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, pengawasan ketat menjadi kunci agar hasil pembangunan tidak mengecewakan.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung akan turun langsung meninjau progres pembangunan sebagai bentuk keseriusan pemerintah.<\/p>\n<p>Target ambisius pun dipasang. Pada 2026, capaian jalan mantap provinsi di Lampung Timur ditargetkan menembus angka 98 hingga 100 persen.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan sekadar proyek jalan, tapi upaya besar memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari camat, kepala desa, hingga masyarakat, untuk ikut mengawasi dan menjaga kualitas jalan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cIni jalan kita bersama. Mari kita awasi dan jaga agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Giri juga mengingatkan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati meski kondisi jalan nantinya sudah baik.<\/p>\n<p>Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang layak bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cJalan ini bukan sekadar jalan, tapi penggerak ekonomi. Hasil pertanian lebih mudah keluar dan perputaran ekonomi semakin hidup,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota DPRD Provinsi Lampung dari Dapil Lampung Timur, di antaranya Yusnadi, M. Khadafi Azwar, Garinca Reza Fahlevi, Rahmat Visa Rida Arifin, serta Abdul Aziz. (LW)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Timur (LW): Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tak boleh asal jadi. Kualitas dan daya tahan harus menjadi prioritas utama. Hal itu disampaikannya saat menghadiri groundbreaking perbaikan ruas jalan strategis Jabung\u2013SP Labuhan Maringgai sepanjang 6,2 kilometer, Jumat (10\/4), bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK). Ruas jalan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-24972","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dprd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24972"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24975,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24972\/revisions\/24975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}