{"id":23473,"date":"2025-05-13T19:54:27","date_gmt":"2025-05-13T12:54:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=23473"},"modified":"2025-05-13T19:54:27","modified_gmt":"2025-05-13T12:54:27","slug":"tyi-lecture-series-sby-krisis-iklim-dan-krisis-lingkungan-itu-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2025\/05\/13\/tyi-lecture-series-sby-krisis-iklim-dan-krisis-lingkungan-itu-nyata\/","title":{"rendered":"TYI Lecture Series, SBY: Krisis Iklim dan Krisis Lingkungan Itu Nyata"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-23474\" src=\"http:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250513-WA0088-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p>Yogyakarta-Menanggapi permasalahan di dunia akhir-akhir ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi perhatian khusus pada perkembangan dunia yang kurang menggembirakan. \u201cTiba-tiba dunia kita dijejali dengan isu-isu yang mungkin sebagian mencemaskan, ditambah peperangan masih terjadi di sana-sini. Geopolitik semakin memanas, ditambah lagi dengan perang dagang, perang ekonomi yang mungkin menjadikan dunia kita semakin rumit, semakin vulnerable, semakin berbahaya, dan barangkali bisa mengancam kehidupan bangsa sedunia,\u201d kata SBY.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSaya kira semua sepakat bahwa dunia yang semakin damai, dunia yang semakin adil, dunia yang semakin sejahtera adalah dunia yang memberikan harapan bagi siapapun. Terlepas dari ikatan identitas, terlepas dari batas-batas internasional. Satu hal, kalau kita gagal bersatu untuk memastikan krisis iklim, krisis lingkungan dengan segala dampaknya, maka terus terang kita gagal untuk mengemban misi yang diberikan oleh Tuhan dan misi kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita semua, bangsa-bangsa sedunia. Semua tahu bahwa krisis iklim, krisis lingkungan itu real. Bukan fiksi, bukan hoaks,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan SBY saat memberikan sambutan penutup di akhir acara TYI Lecture Series dengan tema *\u201cGreen Growth: Sustainable Growth with Equity\u201d*, Senin (12\/5) pagi di Hotel Marriott, Yogyakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>SBY juga menyampaikan, diperlukan aksi bersama yang real, efektif, dan memberikan dampak yang nyata pula. \u201cDalam kaitan ini menurut saya apa yang digagas secara bersama, apa yang hendak dilakukan secara serius oleh Stanford University dengan TYI dan banyak kalangan, banyak entitas, banyak perguruan tinggi yang juga peduli, menurut saya ini sesuatu yang harus terus dihidupkan,\u201d tutur SBY.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKita harus mengingatkan dunia kita, jangan larut dalam konflik dan peperangan ketegangan geopolitik yang hanya lebih menyusahkan kehidupan manusia. Marilah kita lebih bersatu. Marilah kita lebih berkolaborasi. Marilah kita lebih bekerjasama,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>SBY mengingatkan bahwa ada isu besar yang tidak boleh dibiarkan, karena hal tersebut akan memberikan dampak buruk bagi semua bangsa di dunia. \u201cMungkin kurang menjadi perhatian publik dibandingkan isu tentang peperangan, tentang geopolitik, tentang global ekonomi dan lain-lain dalam artian yang sedang terjadi sekarang ini, tapi percayalah bahwa yang kita lakukan ini justru yang bisa menyelamatkan masa depan bangsa-bangsa, masa depan dunia, masa depan anak cucu kita,\u201d papar SBY.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu saya hanya ingin menggarisbawahi, mari kita tingkatkan kebersamaan kita, kerja sama kita, kepedulian kita, solusi-solusi kita, tawaran-tawaran kita, termasuk policy yang tepat, global collaboration yang tepat science and technology sebagai jawaban dan banyak lagi yang bisa kita lakukan,\u201d pungkas SBY.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, sekaligus Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kesempatan yang sama mennyampaikan bahwa TYI menghadirkan sebuah tema yang sangat penting yaitu berbicara green growth, pertumbuhan hijau.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKita ingin Indonesia menjadi salah satu yang terdepan untuk bisa mewujudkan pertumbuhan termasuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sustainable tapi juga berkeadilan. Itu mengapa judul kecilnya adalah Sustainable Growth with Equity,\u201d ujar AHY. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta-Menanggapi permasalahan di dunia akhir-akhir ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi perhatian khusus pada perkembangan dunia yang kurang menggembirakan. \u201cTiba-tiba dunia kita dijejali dengan isu-isu yang mungkin sebagian mencemaskan, ditambah peperangan masih terjadi di sana-sini. Geopolitik semakin memanas, ditambah lagi dengan perang dagang, perang ekonomi yang mungkin menjadikan dunia kita semakin rumit, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-23473","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23473"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23475,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23473\/revisions\/23475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}