{"id":23338,"date":"2025-04-25T14:34:21","date_gmt":"2025-04-25T07:34:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=23338"},"modified":"2025-04-25T14:34:21","modified_gmt":"2025-04-25T07:34:21","slug":"lampung-simpan-harta-karun-energi-akankah-hanya-jadi-dongeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2025\/04\/25\/lampung-simpan-harta-karun-energi-akankah-hanya-jadi-dongeng\/","title":{"rendered":"Lampung Simpan Harta Karun Energi, Akankah Hanya Jadi Dongeng?"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-23330\" src=\"http:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/emas-1-2207643374-300x200.webp\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/emas-1-2207643374-300x200.webp 300w, https:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/emas-1-2207643374-730x485.webp 730w, https:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/emas-1-2207643374.webp 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">LAMPUNG \u2013 Di balik pesona alam dan kekayaan budaya, Provinsi Lampung menyimpan potensi besar yang belum banyak diketahui publik: tambang-tambang bernilai tinggi yang tersebar di berbagai wilayahnya. Dari minyak bumi hingga uranium, dari emas hingga gas bumi, kekayaan ini diyakini mampu mengangkat Lampung menjadi salah satu provinsi terkaya di Indonesia\u2014jika dikelola dengan tepat dan berkelanjutan. Jangan sampai kekayaan ini hanya menjadi dongeng di masa depan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><b>Potensi Tambang yang Menggoda<\/b><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Berdasarkan data BPS dan peta geologi terbaru, Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beragam. Beberapa di antaranya telah diteliti oleh lembaga nasional seperti Pertamina, BATAN, dan Direktorat Geologi.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Minyak bumi ditemukan di Menggala, Kotabumi, dan Sukadana. Sayangnya, hasil riset Pertamina belum dilanjutkan ke tahap eksploitasi.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Uranium, unsur radioaktif penting untuk energi nuklir, diperkirakan terkandung dalam batuan granit di Bukit Arahan, Gedong Surian, Bukit Semoang, dan Pulau Tabuan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Batubara muda tersebar di hulu Way Tulang Bawang dan Way Pedada, menyimpan potensi besar untuk pembangkit listrik tenaga uap.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Emas dan perak dijumpai di Way Semangka, Way Rilau, dan Pemerihan. Potensi ini berpeluang menjadi sektor unggulan ekspor.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Mineral besi dan marmer juga ditemukan di Sukadana dan Bukit Arahan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Gas bumi dan sumber panas bumi ada di Suoh, Natar, dan Way Muli, yang dapat menjadi sumber energi bersih dan terbarukan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><b>Peluang Ekonomi dan Kesejahteraan<\/b><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Jika dikelola secara profesional dan melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan investor, potensi ini bisa menjadi penggerak ekonomi Lampung. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat meningkat signifikan, lapangan kerja tercipta, serta mendorong tumbuhnya industri lokal dan UMKM.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Potensinya luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat Lampung dapat memastikan tambang ini tidak hanya jadi kekayaan di atas kertas,&#8221; ujar seorang pengamat ekonomi sumber daya di Bandar Lampung yang juga koordinator Germasi Ridwan saat dimintai tanggapannya belum lama ini.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><b>Tantangan dan Masa Depan<\/b><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Namun, tantangan tidak sedikit. Mulai dari keterbatasan anggaran eksplorasi, minimnya infrastruktur, sampai perlunya regulasi yang ramah investasi namun tetap menjaga lingkungan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Untuk menjawab tantangan itu, pemerintah daerah dapat memanfaatkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), membentuk BUMD Tambang, serta mempercepat proses perizinan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Selain itu, penting untuk menyiapkan SDM lokal melalui pendidikan vokasi dan pelatihan tambang berkelanjutan,&#8221; imbuh Ridwan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><b>Kesempatan Emas di Tanah Sendiri<\/b><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Potensi energi dan mineral yang terkandung di Lampung bukan sekadar kekayaan alam. Ia adalah kesempatan\u2014kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat, membangun infrastruktur daerah, dan menjadikan Lampung sebagai provinsi strategis energi nasional.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cJangan sampai kekayaan ini hanya menjadi cerita, tanpa manfaat bagi rakyat,\u201d kata seorang tokoh masyarakat,&#8221; tambah Ridwan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Dengan perencanaan yang matang, pengawasan ketat, dan keberpihakan pada kesejahteraan masyarakat, Lampung bukan hanya bisa menjadi provinsi kaya secara sumber daya, tetapi juga secara kualitas hidup warganya.(*)<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG \u2013 Di balik pesona alam dan kekayaan budaya, Provinsi Lampung menyimpan potensi besar yang belum banyak diketahui publik: tambang-tambang bernilai tinggi yang tersebar di berbagai wilayahnya. Dari minyak bumi hingga uranium, dari emas hingga gas bumi, kekayaan ini diyakini mampu mengangkat Lampung menjadi salah satu provinsi terkaya di Indonesia\u2014jika dikelola dengan tepat dan berkelanjutan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-23338","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23338"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23339,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23338\/revisions\/23339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}