{"id":23183,"date":"2025-02-15T13:36:29","date_gmt":"2025-02-15T06:36:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=23183"},"modified":"2025-03-14T11:19:19","modified_gmt":"2025-03-14T04:19:19","slug":"komisi-ii-dprd-lampung-usulkan-bantuan-benih-dan-pupuk-untuk-petani-terdampak-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2025\/02\/15\/komisi-ii-dprd-lampung-usulkan-bantuan-benih-dan-pupuk-untuk-petani-terdampak-banjir\/","title":{"rendered":"Komisi II DPRD Lampung Usulkan Bantuan Benih dan Pupuk untuk Petani Terdampak Banjir"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-23184\" src=\"http:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/38-1-300x187.webp\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/38-1-300x187.webp 300w, https:\/\/www.journallampung.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/38-1.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>BANDARLAMPUNG &#8211; Sekretaris Komisi II DPRD Lampung, Aribun Sayunis, mengusulkan agar petani yang sawahnya puso atau mengalami kerusakan akibat banjir, sekitar 13.000 hektare, mendapatkan bantuan benih kembali.<\/p>\n<p>Selain itu, tanaman padi yang baru berumur 1\u20132 bulan yang terdampak banjir namun belum terserap air secara penuh masih bisa diselamatkan dengan pemberian pupuk subsidi tambahan.<\/p>\n<p>\u201cKami mengusulkan agar petani yang mengalami puso bisa mendapatkan benih kembali. Sementara itu, untuk padi yang masih berumur 1\u20132 bulan dan terkena genangan air, selama belum terserap sepenuhnya, masih bisa diselamatkan dengan pemupukan kembali. Oleh karena itu, kami mendorong agar pupuk subsidi bisa dialokasikan kembali,\u201d ujar Aribun, Sabtu, (15\/2).<\/p>\n<p>Selain itu, Aribun juga menjelaskan bahwa penambahan kuota pupuk subsidi merupakan usulan dari Komisi II DPRD Lampung agar petani tetap bisa menebus pupuk subsidi. Hal ini penting bagi petani yang sudah kehabisan kuota pupuk agar mereka mendapatkan alokasi tambahan.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah mengusulkan agar sawah dan lahan pertanian petani yang mengalami musibah banjir mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Sebab, petani telah mengeluarkan biaya cukup besar, mulai dari pembelian bibit hingga proses penanaman, yang bisa mencapai Rp5\u20136 juta per hektare,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Aribun juga meminta agar instansi terkait memberikan bantuan operasional kepada petani yang terdampak, mengingat kondisi ini merupakan bencana yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap pemerintah memberikan bantuan operasional kepada petani karena ini adalah bencana. Bantuan ini sangat dibutuhkan agar mereka bisa kembali menanam dan memulihkan kondisi pertanian di daerah terdampak,\u201d pungkasnya.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDARLAMPUNG &#8211; Sekretaris Komisi II DPRD Lampung, Aribun Sayunis, mengusulkan agar petani yang sawahnya puso atau mengalami kerusakan akibat banjir, sekitar 13.000 hektare, mendapatkan bantuan benih kembali. Selain itu, tanaman padi yang baru berumur 1\u20132 bulan yang terdampak banjir namun belum terserap air secara penuh masih bisa diselamatkan dengan pemberian pupuk subsidi tambahan. \u201cKami mengusulkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-23183","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dprd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23183"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23267,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23183\/revisions\/23267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}