{"id":21625,"date":"2024-03-06T18:03:58","date_gmt":"2024-03-06T11:03:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=21625"},"modified":"2024-03-06T18:03:58","modified_gmt":"2024-03-06T11:03:58","slug":"polda-lampung-ungkap-2-jaringan-narkotika-asal-malaysia-20-orang-jadi-tersangka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2024\/03\/06\/polda-lampung-ungkap-2-jaringan-narkotika-asal-malaysia-20-orang-jadi-tersangka\/","title":{"rendered":"Polda Lampung Ungkap 2 Jaringan Narkotika Asal Malaysia, 20 Orang Jadi Tersangka"},"content":{"rendered":"<p>LAMPUNG &#8212; Dua jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu dari Malaysia berhasil diungkap oleh Polda Lampung. Total barang bukti yang disita mencapai 87,5 kilogram.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kapolda Lampung, yaitu Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika, menyampaikan bahwa kedua sindikat internasional tersebut terbongkar dalam dua peristiwa yang berbeda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Dua sindikat ini melibatkan total 20 tersangka. Penyelundupan narkotika ini terungkap melalui operasi di Seaport Interdiction,&#8221; ungkap Helmy dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, pada Rabu (6\/3\/2024) siang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Helmy menambahkan bahwa kedua sindikat tersebut menggunakan Lampung sebagai jalur untuk menyelundupkan narkotika ke Jawa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Total nilai barang bukti yang berhasil disita mencapai Rp 131 miliar,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, Komisaris Besar (Kombes) Erlin Tangjaya, Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung, menjelaskan bahwa pengungkapan pertama terjadi pada Selasa (5\/2\/2024) sore di Pelabuhan Bakauheni.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Pengungkapan pertama melibatkan 52,4 kilogram sabu-sabu yang hendak diselundupkan menggunakan kendaraan pribadi,&#8221; terang Erlin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sabu-sabu tersebut berhasil ditemukan disembunyikan di dalam lapisan pintu kendaraan, terdiri dari 43 bungkus besar dan 14 bungkus sedang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari sindikat pertama, 15 orang berhasil ditangkap di wilayah Bogor, Lampung, Jakarta, dan Palembang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Para tersangka sindikat pertama termasuk Emil Budias (koordinator kurir), Abrar, dan Afrizal (penerima narkoba di gudang di Bogor), serta Ramadani, Yusuf, Ibnu Kaldun, dan Mardani (pengendali).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengungkapan sindikat kedua terjadi pada Selasa (21\/2\/2024) dini hari di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sabu-sabu seberat 35,1 kilogram berhasil diselundupkan menggunakan kendaraan pribadi,&#8221; tambah Erlin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sabu-sabu tersebut ditemukan tersembunyi di dalam tas hitam, terdiri dari 33 bungkus, dan ditempatkan di belakang jok penumpang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari sindikat kedua, lima orang berhasil ditangkap, termasuk Riki Chandra (pemilik barang), Diki Hariansah, Radho, dan Riky Hamdani (kurir), serta Nurhayati (pencari mobil rental).(Rls)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG &#8212; Dua jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu dari Malaysia berhasil diungkap oleh Polda Lampung. Total barang bukti yang disita mencapai 87,5 kilogram. &nbsp; Kapolda Lampung, yaitu Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika, menyampaikan bahwa kedua sindikat internasional tersebut terbongkar dalam dua peristiwa yang berbeda. &nbsp; &#8220;Dua sindikat ini melibatkan total 20 tersangka. Penyelundupan narkotika ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21626,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-21625","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21625"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21625\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21627,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21625\/revisions\/21627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}