{"id":21417,"date":"2023-12-18T20:19:06","date_gmt":"2023-12-18T13:19:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=21417"},"modified":"2023-12-18T20:19:06","modified_gmt":"2023-12-18T13:19:06","slug":"buruh-migran-tewas-saat-bekerja-anak-bakal-disekolahkan-sampai-perguruan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2023\/12\/18\/buruh-migran-tewas-saat-bekerja-anak-bakal-disekolahkan-sampai-perguruan-tinggi\/","title":{"rendered":"Buruh Migran Tewas saat Bekerja, Anak  Bakal Disekolahkan sampai Perguruan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p>LAMPUNG &#8211; Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menyebut perlindungan terhadap pekerja migran kini telah menyeluruh (komprehensif).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, perlindungan tersebut mencakup keluarga para pekerja migran yang mengikuti program jaminan sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kita sudah ada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia,&#8221; kata dia usai perayaan Hari Migran Internasional di Lampung Timur, Senin (18\/12\/2023).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Permenaker Nomor 4 Tahun 2023 menjadi upaya pemerintah dalam melindungi PMI secara komprehensif mulai dari sebelum, selama, hingga setelah bekerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ida menjelaskan, manfaat itu diantaranya bantuan dana bagi PMI yang mengalami terbukti kekerasan seksual, kecelakaan kerja selama bekerja di negara penempatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sampai keadaan terburuk, kematian, akan mendapatkan dana kematian. Dan anak PMI yang meninggal di negara penempatan akan disekolahkan hingga ke perguruan tinggi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di sisi lain, Ida mengatakan ada sejumlah konsekuensi agar pekerja migran bisa berbicara banyak di kancah internasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Para pekerja migran harus mempunyai kompetensi dan daya kreatif agar memiliki daya saing yang tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Penempatan yang baik sesuai dengan kompetensinya, tentu akan berdampak pada penghasilan dan kesejahteraan keluarganya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan demikian, secara tidak langsung akan berdampak pada ekonomi nasional melalui pengiriman remitansi yang dilakukan oleh para pahlawan devisa Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 1.533 pekerja migran Indonesia (PMI) masih pergi bekerja keluar negeri secara non prosedural.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menteri Tenaga Kerja (Menker) Ida Fauziyah mengatakan jumlah ini muncul dari 1.918 pengaduan yang tercatat per November 2023.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sebanyak 81 persen atau 1.533 pengaduan adalah keberangkatan non prosedural. Angka ini masih tinggi,&#8221; kata Ida saat perayaan Hari Migran Internasional 2023 di Lampung Timur, Senin (18\/12\/2023). (Rls)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG &#8211; Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menyebut perlindungan terhadap pekerja migran kini telah menyeluruh (komprehensif). &nbsp; Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, perlindungan tersebut mencakup keluarga para pekerja migran yang mengikuti program jaminan sosial. &nbsp; &#8220;Kita sudah ada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia,&#8221; kata dia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21418,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-21417","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21419,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21417\/revisions\/21419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}