{"id":20954,"date":"2023-09-03T13:45:52","date_gmt":"2023-09-03T06:45:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=20954"},"modified":"2023-09-03T13:45:52","modified_gmt":"2023-09-03T06:45:52","slug":"menderita-sirosis-hati-rafaeyza-bayi-pasutri-robby-dan-arafah-ini-butuh-uluran-tangan-dermawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2023\/09\/03\/menderita-sirosis-hati-rafaeyza-bayi-pasutri-robby-dan-arafah-ini-butuh-uluran-tangan-dermawan\/","title":{"rendered":"Menderita Sirosis Hati, Rafaeyza Bayi Pasutri Robby dan Arafah Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan"},"content":{"rendered":"<p>BANDARLAMPUNG-Ahmad Rafaeyza Nilam, seorang bayi berusia 1 tahun 7 bulan, terkapar lemah di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Kota Bandarlampung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Putra pasangan Robby Cahaya, dan Arafah ini, diketahui menderita penyakit pengerasan hati atau sirosis hati sejak usianya masih dua bulan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami baru tahu, kalau Rafaeyza memiliki penyakit sirosis hati saat di diagnosa dokter, sejak usianya dua bulan,&#8221; kata Arafah, Minggu (03\/09\/2023).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurunya, penyakit sirosis hati yang diderita putranya tersebut diketahui, setelah diperiksa oleh dokter di RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandarlampung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, kata Arafah, karena tidak ada peralatan kesehatan untuk penyakit sirosis hati di RSUD A Dadi Tjokrodipo, maka dirujuk ke RSUDAM.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudian, lanjutnya, setelah sampai di RSUDAM, pihak dokter menyatakan bahwa penyakit yang diderita putranya cukup langka, dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Cipto Mangunkusumo Jakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Arafah mengakui, karena faktor ekonomi sampai anaknya berusia 1 tahun 7 bulan, belum membawanya ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sampai saat ini, kami belum membawa<\/p>\n<p>Rafaeyza ke RS Cipto Mangunkusumo, karena keterbatas biaya untuk berangkat ke Jakarta. Suami saya, kerjanya serabutan, jadi kalau mau ke Jakarta kami belum mampu,&#8221; kata Arafah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bahkan, imbuhnya, sejak dua minggu kondisi kesehatan anaknya semakin parah. Karena, Rafaeyza sempat mengalami muntah daraf dan buang air besar (BAB) berdarah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini, kalau penyakitnya kambuh. Rafaeyza, kami bawa ke RSUDAM. Karena, untuk dibawa ke Jakarta keluarga kami tidak ada biayanya,&#8221; tukas Arafah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk itu, Arafah bersama suaminya berharap ada bantuan dari Pemkot Bandarlampung dan Provinsi Lampung, untuk membawa Rafaeyza berobat ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekedar informasinya, saat ini Rafaeyza bersama keluarganya tinggal di Jalan Pulau Pisang, Perumahan Korpri Raya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bagi derawan atau donatur yang ingin membantu bisa langsung mendatangi kediamannya, atau menghubungi Nomor: 085271553456 Arafah. (Rls)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDARLAMPUNG-Ahmad Rafaeyza Nilam, seorang bayi berusia 1 tahun 7 bulan, terkapar lemah di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Kota Bandarlampung. &nbsp; Putra pasangan Robby Cahaya, dan Arafah ini, diketahui menderita penyakit pengerasan hati atau sirosis hati sejak usianya masih dua bulan. &nbsp; &#8220;Kami baru tahu, kalau Rafaeyza memiliki penyakit sirosis hati saat di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20955,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-20954","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20954"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20956,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20954\/revisions\/20956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}