{"id":20910,"date":"2023-08-11T14:16:30","date_gmt":"2023-08-11T07:16:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=20910"},"modified":"2023-08-16T14:17:50","modified_gmt":"2023-08-16T07:17:50","slug":"mahasiswa-unila-akan-bentuk-desa-pancasila-di-kabupaten-lampung-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2023\/08\/11\/mahasiswa-unila-akan-bentuk-desa-pancasila-di-kabupaten-lampung-selatan\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Unila Akan Bentuk Desa Pancasila di Kabupaten Lampung Selatan"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Selatan : Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menerima mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang akan melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p>Kegiatan pengabdian masyarakat Unila yang bertujuan untuk membentuk Desa Pancasila di Kabupaten Lampung Selatan itu,\u00a0berlangsung di Kantor Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Jumat (11\/8\/2023).<\/p>\n<p>Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat\u00a0 tersebut merupakan bagian dari\u00a0 bentuk kepedulian Civitas Akademika Unila dalam rangka menjaga berdiri tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n<p>Ketua Bagian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila, Yusdhiyanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan gagasan dari Bupati Lampung Selatan agar seluruh desa di Lampung Selatan dapat menanamkan dan menjalankan nilai-nilai Pancasila.<\/p>\n<p>\u201cIni gagasan dari pak bupati. Dengan salah satu cara kita adalah selalu terus menyuarakan dan mengingatkan, baik kepada generasi tua, generasi muda sampai kepada seluruh kalangan masyarakat,\u201d ujar Yusdhiyanto.<\/p>\n<p>Menurut Yusdhiyanto, dengan menjalankan prinsip dan nilai-nilai Pancasila, diharapkan masyarakat tidak dapat terpecah belah.<\/p>\n<p>\u201cMaka ini pentingnya kita harus sama-sama bersinergi untuk dapat mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam hal pergaulan kita sehari-hari baik di pemerintah maupun di masyarakat,\u201d kata Yusdhiyanto.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><\/figure>\n<p>Sementara, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan, di Kabupaten Lampung Selatan sendiri, program Desa Pancasila sudah dimulai sejak April 2022 lalu.<\/p>\n<p>Dimana, awal pembentukannya berada di Desa Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung.<\/p>\n<p>\u201c(Desa Pancasila) ada di Kecamatan Katibung. Itu merupakan pilot project bagi desa lainnya di yang akan membentuk Desa Pancasila di Kabupaten Lampung Selatan,\u201d ujar Nanang.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><\/figure>\n<p>Nanang juga mengatakan, pembentukan Desa Pancasila itu diharapkan agar masyarakat dapat memahami makna yang terkandung dalam lima Pancasila itu, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>\u201cKita harus paham apa isi dari lima Pancasila. Karena isi Pancasila itu yang kita terapkan, bukan perbedaan-perbedaan yang di kedepankan. Tapi bagaimana kita dapat mencapai nilai-nilai dari Pancasila itu untuk mencapai sila kelima, maka daei itu dibutuhkan suatu kekuatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Nanang melanjutkan, dengan adanya kegiatan tersebut, kiranya dapat menjadi contoh dalam implementasi wawasan kebangsaan dari empat pilar, antara lain Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.<\/p>\n<p>\u201cDengan empat pilar ini diharapkan nantinya dapat dijadikan pilot project dalam rangka pengamalan sila-sila dari Pancasila. Sekaligus untuk merajut kebhinekaan mulai dari tingkat bawah,\u201d kata Nanang. (kmf\/fit)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan : Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menerima mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang akan melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat Unila yang bertujuan untuk membentuk Desa Pancasila di Kabupaten Lampung Selatan itu,\u00a0berlangsung di Kantor Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Jumat (11\/8\/2023). Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat\u00a0 tersebut merupakan bagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20911,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[53,52],"class_list":["post-20910","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-selatan","tag-lampung-selatan","tag-suntikan-per-hari"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20910"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20912,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20910\/revisions\/20912"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}