{"id":20320,"date":"2023-03-28T16:39:38","date_gmt":"2023-03-28T09:39:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=20320"},"modified":"2023-03-28T16:39:38","modified_gmt":"2023-03-28T09:39:38","slug":"pemkab-lampung-selatan-gelar-rapat-gugus-tugas-kabupaten-layak-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2023\/03\/28\/pemkab-lampung-selatan-gelar-rapat-gugus-tugas-kabupaten-layak-anak\/","title":{"rendered":"Pemkab Lampung Selatan Gelar Rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Selatan : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Selasa (28\/3\/2022).<\/p>\n<p>Ketua Gugus Tugas KLA Kabupaten Lampung Selatan Aryan Sahurian menyampaikan, bahwa rapat Gugus Tugas KLA dalam rangka mempersiapkan penilaian Kabupaten Layak Anak Lampung Selatan tahun 2023. Aryan Sahurian mengatakan, rapat itu guna membahas beberapa hal penting yang menjadi tugas bersama untuk menata lebih baik lagi kedepannya.<\/p>\n<p>\u201cSudah banyak yang kita lakukan setahun ini dan bahkan inovasi-inovasi juga sudah kita lakukan rapat perklaster. Jadi kita disini bersama untuk melakukan perbaikan, baik untuk dua hari kedepan maupun untuk perbaikan setahun kedepan,\u201d ujar Aryan Sahurian.<\/p>\n<p>Aryan Sahurian menambahkan, Kabupaten Layak Anak ini merupakan salah satu prioritas utama Bupati Lampung Selatan, yang menjadi visi misi kerjanya.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan prioritas utama bapak bupati kita dalam meningkatkan penerapan penilaian agama, budaya dan keluarga dalam kehidupan masyarakat. Sasarannya adalah meningkatkan pembangunan gender dan pemenuhan hak-hak anak sesuai undang-undang,\u201d kata Aryan.<\/p>\n<p>Sementara, Bunda Forum Anak Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto menyampaikan, bahwa Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian PPPA mengimplementasikan kebijakkan pembangunan KLA untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan dari kekerasan, diskriminasi serta perlakuan salah lainnya.<\/p>\n<p>\u201cHal ini di laksanakan sebagai upaya untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing serta Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 dan Indonesia Emas 2045,\u201d kata Winarni.<\/p>\n<p>Winarni mengatakan, sebagai gerbangnya pulau Sumatera, Kabupaten Lampung Selatan senantiasa harus proaktif dan mendukung segala kebijakkan yang menjadi target dan prioritas pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cSudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memperjuangkan semua itu. Karena anak adalah aset dan modal sumber daya sebuah bangsa dan negara yang akan menjadi sumber daya yang berkualitas apabila terpenuhi kebutuhan dan hak- haknya,\u201d tutur Winarni.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Winarni juga mengajak, semua elemen untuk terus saling mendukung dan bersinergi demi kepentingan terbaik bagi anak-anak di Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p>\u201cDengan dukungan semangat sinergitas ini akan menjadikan Kabupaten Lampung Selatan menjadi kabupaten yang visioner dalam pemenuhan hak-hak anak, dan unggul dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas di masa yang akan datang,\u201d imbuhnya. (Fitri \/ Rls)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Selasa (28\/3\/2022). Ketua Gugus Tugas KLA Kabupaten Lampung Selatan Aryan Sahurian menyampaikan, bahwa rapat Gugus Tugas KLA dalam rangka mempersiapkan penilaian Kabupaten Layak Anak Lampung Selatan tahun 2023. Aryan Sahurian mengatakan, rapat itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20321,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-20320","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20320"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20322,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20320\/revisions\/20322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}