{"id":18037,"date":"2021-11-18T19:59:35","date_gmt":"2021-11-18T12:59:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=18037"},"modified":"2021-11-18T19:59:35","modified_gmt":"2021-11-18T12:59:35","slug":"lamsel-terima-penghargaan-swasti-saba-kabupaten-kota-sehat-tahun-2021-kategori-padapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2021\/11\/18\/lamsel-terima-penghargaan-swasti-saba-kabupaten-kota-sehat-tahun-2021-kategori-padapa\/","title":{"rendered":"Lamsel Terima Penghargaan Swasti Saba Kabupaten\/Kota Sehat Tahun 2021 Kategori Padapa"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (JL) : Kabupaten Lampung Selatan menerima penghargaan Swasti Saba Kabupaten\/Kota Sehat Tahun 2021 kategori Padapa.<\/p>\n<p>Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri kepada kabupaten dan kota dalam menerapkan tatanan kawasan sehat.<\/p>\n<p>Penghargaan Swasti Saba yang diberikan setiap dua tahun sekali terdiri dari tiga kategori tingkatan dari yang terendah, yaitu\u00a0Padapa, Wiwerda\u00a0hingga yang tertinggi,\u00a0Wistara.<\/p>\n<p>Penghargaan Swasti Saba Kabupaten\/Kota Sehat dan Penerapan Prokes Tempat Pengelolaan Pangan 2021 diumumkan pada Rabu (17\/11\/2021) di Hotel JS Luwansa, Jakarta.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin beserta jajaran ikut menyaksikan penganugerahan penghargaan itu dari Aula Rajabasa kantor bupati setempat secara virtual\u00a0melalui zoom meeting.<\/p>\n<p>Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat RI Kartini Rustandi menyebut, terdapat 3 provinsi terbaik sebagai pembina tim kabupaten\/kota sehat dan 36 kabupaten\/kota penerima penghargaan Swasti Saba tahun 2021.<\/p>\n<p>Rinciannya, 25 kabupaten\/kota penerima penghargaan Swasti Saba Wistara, 4 kabupaten\/kota penerima penghargaan Swasti Saba Wiwerda dan 7 kabupaten\/kota penerima penghargaan Swasti Saba Padapa.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini penganugrahan Swasti Saba diberikan pada tahun ganjil dan bersamaan pemberiannya dengan kegiatan penghargaan kepada tempat pengelolaan pangan yang menerapkan protokol kesehatan,\u201d kata Kartini Rustandi dalam sambutannya.<\/p>\n<p>Sementara, Plt Dirjen Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Sugeng Suryono mengatakan, Kabupaten\/Kota Sehat merupakan program yang mencakup multi dimensi sektoral dan memiliki pendekatan yang luas dalam aspek pembangunan daerah.<\/p>\n<p>Sugeng Suryono menyampaikan, salah satu aspek utama dari program tersebut adalah mendorong masyarakat agar aktif dan peduli kepada lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>\u201cBelajar dari pandemi COVID-19, kita juga bersama-sama memiliki komitmen yang tinggi, mau berubah prilaku kita, mindset kita dalam menjalankan pola hidup yang bersih dan sehat, peduli terhadap kondisi tubuh dan lingkungan sekitar kita,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sugeng menambahkan, Kabupaten\/Kota Sehat bukan hanya sekedar memberikan kontribusi dari sektor kesehatan saja. Melainkan juga berkaitan dengan sektor pemerintahan lainnya.<\/p>\n<p>\u201cTapi juga berkaitan dengan sektor-sektor lainnya atau urusan pemerintahan yang lain, diluar sektor kesehatan. Implementasi Kabupaten\/Kota Sehat sangat bergantung pada niat baik dari kepala daerah,\u201d ujarnya.(fit)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (JL) : Kabupaten Lampung Selatan menerima penghargaan Swasti Saba Kabupaten\/Kota Sehat Tahun 2021 kategori Padapa. Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri kepada kabupaten dan kota dalam menerapkan tatanan kawasan sehat. Penghargaan Swasti Saba yang diberikan setiap dua tahun sekali terdiri dari tiga kategori tingkatan dari yang terendah, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18038,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-18037","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18037"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18039,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18037\/revisions\/18039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}