{"id":17435,"date":"2021-06-14T11:10:00","date_gmt":"2021-06-14T04:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=17435"},"modified":"2021-06-14T11:10:00","modified_gmt":"2021-06-14T04:10:00","slug":"jebol-jaring-keramba-buaya-muara-ditangkap-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2021\/06\/14\/jebol-jaring-keramba-buaya-muara-ditangkap-warga\/","title":{"rendered":"Jebol Jaring Keramba, Buaya Muara Ditangkap Warga"},"content":{"rendered":"<p>Tanggamus (JL) : Warga Muara Pantai berhasil menangkap se-ekor buaya muara berukuran 2&#8217;5 meter tepatnya di Dusun Rawajadi Pekon Way Gelang Kecamatan Kotaagung Barat (Kobar) Kabupaten Tanggamus, Minggu malam.(13\/6\/21).<\/p>\n<p>Buaya tersebut, diketahui menjebol jaring keramba budidaya ikan nila dan atas inisiatif masyarakat juga kepala sekolah SUPMN Khaerudin buaya tersebut berhasil ditangkap. Menggunakan jaring milennium milik SUPM Negeri Kotaagung Barat.<\/p>\n<p>Penangkapan buaya tersebut, sontak membuat heboh jagat maya sebab biasanya buaya tidak pernah berhasil ditangkap, sehingga atas hal itu masyarakat berbondong-bondong melihat bentuk asli buaya.<\/p>\n<p>Atas hal itu juga, Polsek Kotaagung Polres Tanggamus dan Koramil Kotaagung tampak di lokasi guna melakukan pengamanan ramainya warga.<\/p>\n<p>Menurut keterangan Maseni, warga yang memimpin penangkapan, buaya tersebut setelah warga mencurigai bolongnya keramba budidaya ikan milik kelompok masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kami merasa resah adanya keramba yang jebol dan setelah diselidiki ternyata buaya yang masuk ke keramba, dan kami berupaya melakukan penangkapan. Sekitar pukul 19.00 Wib berhasil ditangkap,&#8221; kata Maseni.<\/p>\n<p>Lanjutnya, penangkapan tersebut juga setelah masyarakat meminta izin, kepada kepala SUPM Kotaagung menggunakan jaring yang bukan jaring biasa.<\/p>\n<p>&#8220;Sekitar 9 orang kami melakukan penangkapan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Masaeni menceritakan proses penangkapan sangat berhati-hati dan kerja keras, sebab mereka juga merasa takut akan buaya tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Proses penangkapan dijaring, jaring diputar dan digiring seperti menjaring ikan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu menurut Bripka Vero Anggoro salah seorang personel Polsek Kotaagung Polres Tanggamus setelah berhasil dijinakkan buaya tersebut sementara diamankan di ruang water room SUPMN Kotaagung.<\/p>\n<p>&#8220;Buaya sementara diamankan di ruang water room di SUMPN Kotaagung sudah seteril,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Vero menambahkan, tindak lanjut terhadap buaya tersebut akan diserahkan kepada BKSDA Lampung guna konservasi hewan dilindungi.<\/p>\n<p>&#8220;Buaya tersebut akan diserahkan ke BKSDA menunggu mereka datang,&#8221; pungkasnya. (Jeni)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggamus (JL) : Warga Muara Pantai berhasil menangkap se-ekor buaya muara berukuran 2&#8217;5 meter tepatnya di Dusun Rawajadi Pekon Way Gelang Kecamatan Kotaagung Barat (Kobar) Kabupaten Tanggamus, Minggu malam.(13\/6\/21). Buaya tersebut, diketahui menjebol jaring keramba budidaya ikan nila dan atas inisiatif masyarakat juga kepala sekolah SUPMN Khaerudin buaya tersebut berhasil ditangkap. Menggunakan jaring milennium milik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17436,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-17435","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanggamus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17435"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17435\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17437,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17435\/revisions\/17437"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}