{"id":17146,"date":"2021-04-08T20:54:12","date_gmt":"2021-04-08T13:54:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=17146"},"modified":"2021-04-08T20:54:12","modified_gmt":"2021-04-08T13:54:12","slug":"dprd-lamsel-gelar-paripurna-perdana-di-tahun-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2021\/04\/08\/dprd-lamsel-gelar-paripurna-perdana-di-tahun-2021\/","title":{"rendered":"DPRD Lamsel Gelar Paripurna Perdana di Tahun 2021"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (Journal Lampung): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelar rapat paripurna perdana di 2021.<br \/>\nDalam rapat paripurna itu, Bupati Lamsel, H. Nanang Ermanto menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kepada DPRD.<br \/>\nNanang Ermanto menyampaikan Raperda tersebut dalam rapat paripurna DPRD secara daring melalui aplikasi zoom meeting dari Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Senin (8\/2\/2021) siang.<br \/>\nSedangkan, rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD setempat, dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Lamsel, H. Hendry Rosyadi didampingi Wakil Ketua I, Agus Sartono, dan Wakil Ketua II, Agus Sutanto serta dihadiri 40 anggota DPRD setempat.<br \/>\n\u201cDari jumlah 49 orang anggota dewan, hadir secara fisik sebanyak 14 orang, hadir melalui aplikasi virtual meeting 26 orang, dan tidak hadir dengan keterangan izin 9 orang,\u201d tutur Sekretaris Dewan, Samsurizal.<br \/>\nHadir juga jajaran anggota Forkopimda, Sekretaris Daerah, Thamrin, beserta para Staf Ahli Bupati, Asisten, dan Kepala OPD serta Camat di lingkup Pemkab Lamsel.<br \/>\nAdapun kegiatan rapat paripurna yang dilaksanakan ditengah pandemi tersebut telah menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat.<br \/>\nSementara itu, dalam nota pengantarnya, H. Nanang Ermanto menyampaikan dan menjelaskan mengenai dua Raperda tersebut.<br \/>\nPertama tentang pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), \u201cPerseroan Daerah (Perseroda) Lampung Selatan Maju\u201d.<br \/>\nDan kedua, Raperda tentang Penyertaan Modal pada Perseroan Daerah Lampung Selatan Maju.<br \/>\nSelanjutnya, dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan beberapa hal yang menjadi dasar pemikiran tentang pendirian BUMD.<br \/>\nNanang menjelaskan, Lamsel merupakan pintu gerbang Sumatera, merupakan daerah yang memiliki letak sangat strategis.<br \/>\nSeperti adanya Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional, ditunjang jalan tol Bakauheni-Terbangi Besar.<br \/>\n\u201cTentunya, kondisi ini sangat menguntungkan dan memberikan peluang bagi Kabupaten Lampung Selatan untuk meningkatkan dan menumbuhkan iklim usaha dan pertumbuhan perekonomian daerah,\u201d papar Nanang.<br \/>\nNanang melanjutkan, secara empiris Lamsel juga memiliki banyak potensi dan keunggulan. Terutama bidang pariwisata, pertanian, peternakan perikanan, industri dan bidang-bidang lainnya.<br \/>\nMenurutnya, potensi dan keunggulan tersebut belum mampu dikelola secara optimal. Dan secara ekonomis belum sepenuhnya memberikan manfaat yang besar bagi daerah atau masyarakat.<br \/>\n\u201cSehingga pemerintah daerah perlu menggali potensi ekonomi daerah dan mengembangkan sumber daya daerah melalui pendirian BUMD,\u201d tutur Nanang.<br \/>\nPada sisi lain kata Nanang, banyak peluang investasi atau kerjasama antar daerah yang ditawarkan oleh pelaku-pelaku ekonomi dan BUMN. Namun pemerintah daerah belum bisa memanfaatkan peluang tersebut.<br \/>\n\u201cuntuk itu, melalui pendirian BUMD ini, kita harapkan mampu memanfaatkan peluang investasi dan kerjasama antar daerah yang dapat menguntungkan Kabupaten Lampung Selatan,\u201d harapnya.<br \/>\nNanang menambahkan, adanya pembangunan daerah dibidang pariwisata, seperti pembangunan wisata terintegrasi Bakauheni Harbour City, juga diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi daerah atau masyarakat.<br \/>\n\u201cKedepannya diharapkan pemerintah daerah melalui BUMD dapat ikut andil dan berperan aktif dalam memanfaatkan peluang tersebut,\u201d kata Nanang.<br \/>\n\u201cSebagai pertimbangan lain, asas keadilan sosial bagi masyarakat. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui pemanfaatan dan penyerapan tenaga kerja,\u201d tambah Nanang.<br \/>\nAtas dasar pemikiran itu, lanjut Nanang, pendirian BUMD didasarkan atas kebutuhan bukan berdasarkan keinginan.<br \/>\nDimana BUMD itu memiliki tujuan yakni, memberikan manfaat perkembangan ekonomi daerah pada umumnya, serta memperoleh laba dan atau keuntungan.<br \/>\nKemudian, menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan\/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, krakteristik dan potensi daerah yang berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik.<br \/>\nLebih lanjut Nanang menyampaikan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, pendirian BUMD harus didahului dengan studi kelayakan.<br \/>\nUntuk itu, pihaknya telah melakukan pengkajian dan Studi kelayakan usaha, bekerjasama dengan Universitas Lampung (UNILA) dan telah mendapat penilaian dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia melalui surat Nomor : 539\/4774\/SJ tanggal 25 Agustus 2020.<br \/>\n\u201cAdapun nama BUMD Kabupaten Lampung Selatan adalah Perseroan Daerah (Perseroda) Lampung Selatan Maju. Dengan kegiatan usaha meliputi Bidang Perdagangan, Parawisata dan Agrobisnis,\u201d tutur Nanang.<br \/>\nSementara modal dasar Perseroan Daerah tersebut adalah sebesar Rp 12.600.000.000 (Dua Belas Miliar Enam Ratus Juta Rupiah).<br \/>\n\u201cMelalui paripurna dewan yang terhormat ini, kiranya modal dasar BUMD ini dapat kita berikan melalui Penyertaan Modal kepada BUMD,\u201d kata Nanang.<br \/>\nPihaknya pun berharap, melalui penyertaan modal yang diberikan pada BUMD tersebut, akan dapat meningkatkan PAD sekaligus penyumbang penerimaan daerah. Baik dalam bentuk pajak, deviden maupun bentuk manfaat lainnya.<br \/>\n\u201cDengan telah disampaikannya Raperda tentang BUMD ini, kami berharap masukan dari pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD. Selain itu, Raperda ini dapat dibahas bersama-sama eksekutif dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Lampung Selatan,\u201d pungkasnya.<br \/>\nUsai mendengarkan pengantar Raperda yang disampaikan Bupati Lampung Selatan, delapan Fraksi yang di DPRD Lampung Selatan menyampaikan pandangan umumnya. Berbagai masukan, arahan dan saran disampaikan terkait Raperda dimaksud.<br \/>\nSecara berturut-turut, masing-masing Fraksi yang menyampaikan pandangan umumnya yakni, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi Demokrat, Fraksi dan Fraksi Nasdem Hanura Perindo. (fit)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (Journal Lampung): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelar rapat paripurna perdana di 2021. Dalam rapat paripurna itu, Bupati Lamsel, H. Nanang Ermanto menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kepada DPRD. Nanang Ermanto menyampaikan Raperda tersebut dalam rapat paripurna DPRD secara daring melalui aplikasi zoom meeting dari Aula Rajabasa, kantor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17148,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-17146","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17146"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17146\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17149,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17146\/revisions\/17149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}