{"id":16873,"date":"2021-03-01T12:49:48","date_gmt":"2021-03-01T05:49:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=16873"},"modified":"2021-03-07T12:54:12","modified_gmt":"2021-03-07T05:54:12","slug":"peran-dekranasda-lampung-bangkitkan-umkm-di-masa-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2021\/03\/01\/peran-dekranasda-lampung-bangkitkan-umkm-di-masa-pandemi\/","title":{"rendered":"Peran Dekranasda Lampung Bangkitkan UMKM Di Masa Pandemi"},"content":{"rendered":"<p>Bandarlampung (Journal Lampung)-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Ibu Riana Sari Arinal mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung menciptakan produk kerajinan yang berdaya saing tinggi dan laku di pasaran (marketable).\u00a0Hal itu diungkapkan Ibu Riana saat menjadi narasumber pada acara Webinar dalam rangka HUT Ke-41 Dekranas bertemakan \u201cUMKM Bangkit Di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Semangat Pemberdayaan dan Kegotongroyongan\u201d, di Gedung Gallery Dekranasda Provinsi Lampung, Bandarlampung, Senin (1\/3\/2021).<\/p>\n<p>Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 719 peserta tersebut, Ibu Riana menyampaikan kegiatan yang telah dilakukan pada 2020 dan proyeksi kegiatan tahun 2021.\u00a0Peserta yang terdiri dari Pengurus Dekranasda kabupaten\/Kota se-Provinsi Lampung, Unsur UMKM kabupaten\/Kota se-Provinsi Lampung, unsur badan usaha milik desa, tampak antusias mengikuti acara.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Ibu Riana menjelaskan pentingnya meningkatkan kualitas SDM dalam mengembangkan produk-produk kerajinan yang berdaya saing, sehingga laku di pasaran.\u00a0\u201cSeperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar pelaku industri kerajinan bersekala kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu pelaku ekonomi yang penting, baik bagi perekonomian di Lampung maupun Nasional,\u201d ujar Riana.<\/p>\n<p>Ibu Riana menilai UMKM juga sangat berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi, dari hasil akumulasi semua sektor ekonomi UMKM, kontribusi UMKM terhadap PDB Nasional mencapai 58% sampai dengan 60% dengan peningkatan laju pertumbuhan sekitar 6% per tahunnya.<\/p>\n<p>Selaku Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Ibu Riana, merasa sangat antusias dengan kegiatan webinar yang dilaksanakan secara virtual yang dihadiri oleh UMKM dari 15 kabupaten\/kota.\u00a0Dalam paparannya terkait Peran Dekranasda Provinsi Lampung dalam membangkitkan UMKM di masa pandemi, Ibu Riana menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya Webinar ini adalah bahwa Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Provinsi Lampung memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia kesehatan dan perekonomian.<\/p>\n<p>\u201cDampak cukup parah terutama dirasakan para pelaku bisnis di Indonesia, sehingga melumpuhkan semua sektor usaha termasuk UMKM, tak terkecuali UMKM yang ada di Provinsi Lampung,\u201d ujarnya.\u00a0Ia melanjutkan bahwa jumlah UMKM di berbagai sektor di Provinsi Lampung sampai tahun 2018 terdapat 168.938 UMKM, yakni terdiri dari 355 UMKM sektor kuliner, 81 UMKM sektor fashion, 356 UMKM sektor pendidikan, 3.329 UMKM sektor otomotif, 301 UMKM sektor agribisnis, 6.594 UMKM sektor teknologi, dan 157.922 UMKM sektor lainnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandarlampung (Journal Lampung)-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Ibu Riana Sari Arinal mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung menciptakan produk kerajinan yang berdaya saing tinggi dan laku di pasaran (marketable).\u00a0Hal itu diungkapkan Ibu Riana saat menjadi narasumber pada acara Webinar dalam rangka HUT Ke-41 Dekranas bertemakan \u201cUMKM Bangkit Di Masa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16874,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-16873","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pemprov"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16873"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16875,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16873\/revisions\/16875"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}