{"id":16298,"date":"2021-01-16T17:35:50","date_gmt":"2021-01-16T10:35:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=16298"},"modified":"2021-01-26T17:36:54","modified_gmt":"2021-01-26T10:36:54","slug":"arinal-beri-semangat-petani-dan-nelayan-sukseskan-kartu-petani-berjaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2021\/01\/16\/arinal-beri-semangat-petani-dan-nelayan-sukseskan-kartu-petani-berjaya\/","title":{"rendered":"Arinal Beri Semangat Petani dan Nelayan Sukseskan Kartu Petani Berjaya"},"content":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (JL) : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberi semangat para petani dan nelayan yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung untuk menyukseskan program Kartu Petani Berjaya (KPB). Hal itu disampaikan Gubernur Arinal saat membuka Rembuk Paripurna KTNA Provinsi Lampung di Kebun PKK Agropark, Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Sabtu (16\/1\/2021). Menurut Arinal, KTNA tidak terpisahkan dalam membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern di Provinsi Lampung, dan harus ikut ambil bagian dalam kesuksesan KPB. Melalui program ini permasalahan para petani juga terjawab. \u201cPara petani termasuk KTNA harus menjemput KPB, menjadi sandaran dan dibawa bersama KTNA,\u201d ujar Gubernur Arinal yang juga pembina KTNA Provinsi Lampung.<br \/>\nArinal menyebutkan melalui KPB, dirinya ingin seluruh petani untuk maju dan bangkit. \u201cPertanian di Lampung harus bangkit, untuk itu KTNA menyuarakan hati para petani bersama-sama mengajak sukseskan KPB,\u201d katanya. Melalui KPB, kata Arinal akan memberikan jaminan kepastian dalam usaha budidaya pertanian (Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan). Arinal menyebutkan seperti ketersediaan sarana produksi pertanian, akses keuangan permodalan perbankan, koperasi, LKM, dan\/atau akses keuangan lainnya yang sah.<br \/>\nTermasuk pembinaan manajemen usaha dan teknologi dalam bentuk pendampingan, pengendalian, pengawasan dan evaluasi, penanganan panen dan pasca panen serta pemasaran hasil usaha pertanian melalui pasar dan\/atau pembeli. \u201cPertanian di Lampung harus melakukan banyak lompatan inovasi. Untuk itu, kebijakan pemerintah Provinsi Lampung memasuki revolusi industri 4.0 atau digitalisasi dibidang pertanian adalah melalui KPB,\u201d ujarnya. Arinal mengatakan ditambah juga dengan ditetapkan Provinsi Lampung sebagai lokomotif pembangunan pertanian Indonesia oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. \u201cKPB juga telah direspon oleh para Kementerian seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, dan Kementerian Dalam Negeri,\u201d katanya.<br \/>\nUntuk itu, Arinal mengajak KTNA untuk merespon cepat program KPB ini agar dirasakan manfaatnya oleh seluruh petani. \u201cKita harus cepat, karena ini produknya dari Lampung dan menjadi program nasional pada masa yang akan datang. Kalau bukan sekarang para KTNA, mau kapan lagi,\u201d ujarnya. Arinal meminta KTNA harus bekerja profesional dan mampu membangkitkan semangat untuk membangun. \u201cSaya akan hadir dan akan didepan KTNA. Kita harus tunjukkan kepada Indonesia sesungguhnya kita bisa,\u201d pungkasnya. Rembuk Paripurna KTNA ini selain menetapkan program kerja organisasi KTNA Provinsi Lampung, juga dilaksanakan pemilihan pengurus KTNA Provinsi Lampung periode 2021-2026. Acara ini turut dihadiri Anggota DPR RI Hanan A. Rozak, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) Irwan Sukri Banuwa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan, para alumni pertanian IPB, Unpad, UGM dan pihak perbankan. (Adpim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (JL) : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberi semangat para petani dan nelayan yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung untuk menyukseskan program Kartu Petani Berjaya (KPB). Hal itu disampaikan Gubernur Arinal saat membuka Rembuk Paripurna KTNA Provinsi Lampung di Kebun PKK Agropark, Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Sabtu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16299,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-16298","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pemprov"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16298"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16300,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16298\/revisions\/16300"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}