{"id":16071,"date":"2021-01-02T13:13:57","date_gmt":"2021-01-02T06:13:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=16071"},"modified":"2021-01-02T13:13:57","modified_gmt":"2021-01-02T06:13:57","slug":"handoko-yakin-tidak-satupun-ketentuan-pasal-184-kuhap-bisa-jerat-kliennya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2021\/01\/02\/handoko-yakin-tidak-satupun-ketentuan-pasal-184-kuhap-bisa-jerat-kliennya\/","title":{"rendered":"Handoko Yakin Tidak Satupun Ketentuan Pasal 184 KUHAP Bisa Jerat Kliennya"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bandarlampung (JL) \u2013 Penasihat Hukum H Darusalam, Akhamd Handoko meyakinkan kliennya tidak bersalah, meski sudah ditetapkan sebgai tersangka oleh Poltabes Bandar Lampung, dalam kasus tipu gelap dana pembuatan sporadik lahan Gunung Kunyit Telukbetung, Bandarlampung.<\/p>\n<p>Ditemui disela-sela pembelaannya dalam sidang Bawaslu di Bukti Randu, semalam, Handoko menjelaskan bahwa kasus yang melibatkan kliennya tersebut, terkesan sangat dipaksakan.<\/p>\n<p>\u201cKarena tidak ada satu pun yang memenuhi ketentuan pasal 184 KUHAP yang dapat menjerat Pak Haji Darussalam sampai ke pengadilan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia mengaku tetap menghormati segala sesuatu yang sudah diputuskan oleh aparat dan penegak hukum dan proses yang sedang berjalan saat ini.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, Handoko menegaskan sebagai Penasihat Hukum (PH) H Darusalam telah melakukan sejumlah trobosan dengan menghadirkan saksi fakta dan ahli juga alat bukti yang lainnya untuk membantah tuduhan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah membawakan semua laat bukti dan saksi yang berkompeten dalammasalah ini. Termasuk menghadirkan saksi ahli, Prof Edy Rifai dan Wahyu Sasongko,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Dikisahkannya pula, penetapan Darusallam sebagai tersangka juga berat sebelah. Pasalnya, Darusallam tidak diberikan kesempatan yang sama untuk membela atau menghadirkan fakta-fakta yang dapat mementahkan tuduhan itu.<\/p>\n<p>\u201cYang harus dipahami, jika dalam sebuah kasus terdapat dua tersangka, tidak lantas semerta-merta kedua-duanya dapat di-P21-kan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Namun demikian, ia tidak mepaik adanya bukti persidangan yang mebenarkan Darusallam menjadi saksi atas kesepakan atara Nuryadin dan M Syaleh atas perkara lahan Gunung Kunyit tersebut.<\/p>\n<p>Namun, lanjutnya tidak membuktikan jika Darusalam yang menerima uang tersebut.<\/p>\n<p>\u201cToh dalam persidangan terbukti dan diakui, jika dana dari Nuryadin, diterima Darusallam dan pada detik itu juga diserahkan kepada M Syaleh, sebagai tersangka pertama. Jadi salahnya Darusallam dimana?,\u201d ungkap Handoko.<\/p>\n<p>Diakhir statmennya, Handoko mengharapkan agar logika beracara dan asumsi publik jangan dibalik dan dipersempit tentang teori perbuatan melawan hukum. (rilis)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Bandarlampung (JL) \u2013 Penasihat Hukum H Darusalam, Akhamd Handoko meyakinkan kliennya tidak bersalah, meski sudah ditetapkan sebgai tersangka oleh Poltabes Bandar Lampung, dalam kasus tipu gelap dana pembuatan sporadik lahan Gunung Kunyit Telukbetung, Bandarlampung. Ditemui disela-sela pembelaannya dalam sidang Bawaslu di Bukti Randu, semalam, Handoko menjelaskan bahwa kasus yang melibatkan kliennya tersebut, terkesan sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16072,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-16071","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16071"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16071\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16073,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16071\/revisions\/16073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}