{"id":15967,"date":"2020-11-18T17:27:23","date_gmt":"2020-11-18T10:27:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=15967"},"modified":"2020-12-16T17:30:00","modified_gmt":"2020-12-16T10:30:00","slug":"apel-kesiagaan-sulpakar-bencana-alam-bisa-datang-kapan-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/11\/18\/apel-kesiagaan-sulpakar-bencana-alam-bisa-datang-kapan-saja\/","title":{"rendered":"Apel Kesiagaan, Sulpakar : Bencana Alam Bisa Datang Kapan Saja"},"content":{"rendered":"<div id=\"tps_slideContainer_17173\" class=\"theiaPostSlider_slides\">\n<div class=\"theiaPostSlider_preloadedSlide\">\n<h6>Lampung Selatan, Lampungtoday \u2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Polres dan Kodim 0421 menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana tahun 2020 di Lapangan Korpri Pemkab setempat, Rabu pagi (18\/11\/2020).\u00a0Selain TNI-Polri, apel juga diikuti jajaran personel Basarnas Provinsi Lampung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pol PP dan Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, PMI, RAPI, Senkom, Pramuka dan sejumlah organisasi lainnya.<\/h6>\n<h6>Dalam amanatnya, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lampung Selatan, Drs. H. Sulpakar, MM mengatakan, penyelenggaraan apel Siaga penanggulangan bencana alam tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam menghadapi bencana.\u00a0\u201cSebab bencana alam bisa datang kapan saja ditengah pandemi Covid-19 ini. Apalagi saat ini kita sedang menghadapi musim penghujan,\u201d ujar Sulpakar yang memimpin apel tersebut didampingi anggota Forkopimda Lampung Selatan.<\/h6>\n<h6>Sulpakar menambahkan, Badan Meteorologi dan Geofisika Pusat telah memperkirakan pada Bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2020 akan terjadi fenomena alam\u00a0<em>La Nina<\/em> yang akan melewati negara Indonesia.\u00a0Ia menuturkan, terjadinya fenomena alam\u00a0<em>La Nina<\/em>\u00a0ini dipicu oleh\u00a0 suhu air laut di pasifik bagian timur lebih dingin dari biasanya. Sehingga bagian sebelah barat pasifik mengalami peningkatan intensitas hujan dan bagian sebelah timur pasifik mengalami pengurangan intensitas hujan.<\/h6>\n<h6>\u201cSelain intensitas hujan yang tinggi, kemunculan\u00a0<em>La Nina<\/em>\u00a0ini juga disertai dengan hembusan angin yang sangat kencang. Kita semua berharap prediksi tentang fenomena alam\u00a0<em>La Nina<\/em>\u00a0ini tidak terjadi di negara kita,\u201d katanya.<\/h6>\n<h6>Meskipun demikian lanjut Sulpakar, semua pihak harus tetap mewaspadai kemunculan\u00a0<em>La Nina<\/em> . Karena selain La Nina masih banyak lagi bencana alam yang yang disebabkan oleh air (Hidrometeorologi) seperti banjir dan tanah longsor, yang puncaknya akan terjadi pada bulan November hingga Desember tahun 2020 ini. \u201cDitambah lagi kita harus mewaspadai jika terjadi kembali erupsi pada Gunung Anak Krakatau. Dimana yang dua tahun lalu menyebabkan tsunami di Selat Sunda,\u201d imbuhnya.<\/h6>\n<h6>Lebih lanjut Sulpakar mengatakan, untuk meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya bencana alam, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh semua pihak.\u00a0Pertama mulai dari mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan dan tata kelola manajemen kebencanaan yang bertujuan untuk mengurangi resiko bencana.\u00a0\u201cKita harus dapat merespon dengan cepat dan sigap jika terjadi bencana di daerah kita. Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait lainnya serta seluruh elemen masyarakat harus bersinergi dan bekerja sama dalam penanggulangan bencana alam,\u201d tegasnya.<\/h6>\n<h6>Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, Sulpakar juga mengingatkan semua pihak harus serius dalam penanganan bencana non alam, yaitu Covid-19.\u00a0\u201cSudah banyak jatuh korban akibat wabah virus ini. Untuk itu saya mengimbau kepada kita semua, agar selalu mematuhi protokol kesehatan, dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan setiap dan setelah beraktivitas di luar rumah,\u201d tandasnya.<\/h6>\n<h6>Usai apel, Pjs Bupati Lampung Selatan bersama anggota Forkopimda mengecek satu persatu personel dan peralatan yang digunakan untuk penanganan bencana alam.\u00a0Hal itu untuk memastikan semuanya dalam keadaan siap pakai. Seperti alat yang digunakan untuk menangani kebencanaan laut, banjir, tanah longsor, dan kendaraan pengangkut serta ambulans milik Dinas Kesehatan, Polri dan lainnya. (fit)<\/h6>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"theiaPostSlider_footer _footer\"><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"post-views post-17173 entry-meta\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan, Lampungtoday \u2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Polres dan Kodim 0421 menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana tahun 2020 di Lapangan Korpri Pemkab setempat, Rabu pagi (18\/11\/2020).\u00a0Selain TNI-Polri, apel juga diikuti jajaran personel Basarnas Provinsi Lampung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pol PP dan Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, PMI, RAPI, Senkom, Pramuka dan sejumlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15945,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-15967","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15967"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15971,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15967\/revisions\/15971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}