{"id":15879,"date":"2020-12-13T07:31:47","date_gmt":"2020-12-13T00:31:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=15879"},"modified":"2020-12-13T07:31:47","modified_gmt":"2020-12-13T00:31:47","slug":"polres-tanggamus-segera-laksanakan-operasi-lilin-krakatau-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/12\/13\/polres-tanggamus-segera-laksanakan-operasi-lilin-krakatau-2020\/","title":{"rendered":"Polres Tanggamus Segera Laksanakan Operasi Lilin Krakatau 2020"},"content":{"rendered":"<p>Tanggamus (Journal) : Jelang Natal dan Tahun Baru 2020 Polres Tanggamus akan melaksanakan Operasi Lilin Krakatau 2020 selama 15 Hari dimulai tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021. Sabtu (12\/12\/20)<\/p>\n<p>Operasi ini bersama TNI dan stakeholder terkait guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) aman, kondusif.<\/p>\n<p>Guna suksesnya operasi, Polres Tanggamus laksanakan rapat koordinasi lintas instansi juga latihan pra operasi (Latpraops) Lilin Krakatau 2020 12 Desember 2020.<\/p>\n<p>Latpra Ops dipimpin Wakapolres Tanggamus Kompol Heti Patmawati, SH. SIK mewakili Kapolres AKBP Oni Prasetya, SIK didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, SH. MH.<\/p>\n<p>Kegiatan di Aula Wirasatya Mapolres ini juga diikuti oleh para pejabat utama (PJU) Polres, para Kasat dan personel Sat Lantas dan Sat Sabhara yang terlibat operasi.<\/p>\n<p>Adapun arahan Wakpolres Kompol Heti Patmawati, serta pemaparan Kabag Ops Kompol Bunyamin. Personel yang melaksanakan Operasi Lilin Krakatau 2020, agar melaksanakan tugas dengan baik sebab operasi lilin tersebut merupakan suatu bentuk operasi kemanusiaan dan ditengah pandemi covid-19 tentunya diharapkan personel dapat mematuhi protokol kesehatan.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga apa yang direncanakan dalam pelaksanaan operasi lilin krakatau 2020 dapat berjalan dengan baik. Masyarakat dan personel juga dapat terhindar covid-19 dengan mematuhi prokes,&#8221; harapnya.<\/p>\n<p>Kompol Heti mengungkapkan, adapun sasaran operasi yakni pengamanan gereja untuk ibadah natal, pengamanan arus mudik dan arus balik yang berhubungan dengan libur panjang.<\/p>\n<p>Lalu, pengamanan objek wisata saat masyarakat melaksanakan liburan, Selanjutnya pengamanan pergantian tahun di sejumlah titik lokasi perayaan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui operasi ini, diharapkan dapat terciptanya Kamtibmas yang kondusif dan masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid-19,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Wakapolres, guna mendukung Operasi Lilin Krakatau 2020 ini, Polres Tanggamus juga akan menyiapkan 2 pos pengamanan (Pos Pam) guna mendukung terlaksanakan nya operasi dimaksud.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk Pos Pam akan disiapkan di wilayah Gisting dan Kota Agung,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ditambahkannya, terhadap tempat wisata yang masih tutup, pihaknya juga tetap melaksanakan pengamanan guna mencegah adanya kerumunan di tempat wisata.<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun ditutup namun tetap dilaksanakan antisipasi kerumunan di tempat wisata,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kesempatan itu, Wakapolres meminta kepada pengurus gereja dan masyarakat yang akan melaksanakan ibadah natal agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan dan dinas kesehatan akan turun langsung.<\/p>\n<p>&#8220;Tetap patuhi protokol kesehatan, masyarakat yang akan beribadah di gereja agar menaati apa yang disampaikan petugas kesehatan yang berada di gereja,&#8221; himbaunya.(rls\/Jeni)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggamus (Journal) : Jelang Natal dan Tahun Baru 2020 Polres Tanggamus akan melaksanakan Operasi Lilin Krakatau 2020 selama 15 Hari dimulai tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021. Sabtu (12\/12\/20) Operasi ini bersama TNI dan stakeholder terkait guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran lalu lintas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15880,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-15879","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanggamus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15879"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15881,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15879\/revisions\/15881"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}