{"id":14878,"date":"2020-09-23T14:02:19","date_gmt":"2020-09-23T07:02:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=14878"},"modified":"2020-09-23T14:02:19","modified_gmt":"2020-09-23T07:02:19","slug":"resmi-keluarga-besar-barisan-rumah-juang-dukung-pasangan-rycko-johan-di-pilkada-balam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/09\/23\/resmi-keluarga-besar-barisan-rumah-juang-dukung-pasangan-rycko-johan-di-pilkada-balam\/","title":{"rendered":"Resmi! Keluarga Besar Barisan Rumah Juang Dukung Pasangan Rycko-Johan di Pilkada Balam"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal): Keluarga besar Barisan Rumah Juang secara resmi mengambil sikap politiknya untuk mendukung dan memenangkan pasangan Rycko Menoza SZP-Johan Sulaiman (Rycko-Jos) di Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bandar Lampung 2020.<\/p>\n<p>Ketua Barisan Rumah Juang, Taufik Hidayatullah, mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan aspirasi seluruh elemen yang tergabung dalam rumah juang, mereka sepakat untuk mendukung Rycko-Jos dalam pilkada Bandar Lampung.<\/p>\n<p>Salah satu alasan menjatuhkan pilihan dukungan tersebut, karena Rycko Menoza adalah tokoh muda yang inspiratif, memiliki visi misi yang jelas untuk membangun Kota Bandar Lampung.<\/p>\n<p>Selain itu, Rycko memiliki latar belakang silsilah keluarga yang jelas dari kakeknya dan ayahnya yang telah berjasa besar dalam membagun Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Ia berharap, rumah juang bisa ikut andil dalam membangun Kota Bandar Lampung bersama pasangan Rycko-Jos ke depan.<\/p>\n<p>Dr Zam Zanariah, mengatakan Barisan Rumah Juang selama ini telah dibangun dengan hati. Sampai saat ini masih solid dalam satu komando dalam menentukan arah perjuangan politiknya.<\/p>\n<p>Barisan ini, lanjutnya, awalnya dibangun untuk mendukungnya bersama-sama membangun Kota Bandar Lampung bersama dr Zam, namun karena Tuhan berkehendak lain. Akhirnya rumah juang menentukan sikap politiknya berdasarkan kesepakatan bersama.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kata Zam, apabila barisan ini sepakat mendukung Rycko Menoza tentunya akan menjadi PR atau tanggung jawab besar bagi Rycko Menoza untuk membawanya bertarung dalam pilkada ini.<\/p>\n<p>\u201cIni menjadi PR Bang Rycko , mudah-mudahan Bang Rycko menjadi pemimpin Bandar Lampung ke depan,\u201d kata Zam, saat menerima kunjungan Rycko Menoza dalam rangka silaturahmi di kediamamnya, Selasa (22\/09\/2020) malam.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, dukungan ini atas kesepakatan bersama, sedangkan dirinya saat ini masih berstatus sebagai PNS aktif, dan hari ini terakhirnya masa cuti karena besok sudah aktif kembali hingga tidak akan berpolitik praktis.<\/p>\n<p>Sementara, Rycko Menoza mengatakan menyambut baik akan dukungan Barisan Rumah Juang yang selama ini sudah dibangun oleh dr Zam.<\/p>\n<p>Menurutnya, ini merupakan kekuatan tambahan, karena tidak cukup hanya dukungan partai politik untuk membangun Bandar Lampung, namun membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.<\/p>\n<p>Kemudian, pihaknya akan berkomunikasi lebih lanjut antara tim pemenangannya dengan Rumah Juang yang baru agar bisa ikut andil dalam perjuangan mewujudkan \u2018Bandar Lampung Baru\u2019.<\/p>\n<p>Sementara itu, Rycko Menoza bersilaturahmi ke kediaman dr Zam Zanariah di Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. Rycko bersama rombongan disambut dr Zam bersama keluarga besar Rumah Juang.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan itu, barisan tersebut dengan tegas telah sepakat untuk mendukung dan memenangkan pasangan Rycko Menoza SZP-Johan Sulaiman di Pilwakot Bandar Lampung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal): Keluarga besar Barisan Rumah Juang secara resmi mengambil sikap politiknya untuk mendukung dan memenangkan pasangan Rycko Menoza SZP-Johan Sulaiman (Rycko-Jos) di Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bandar Lampung 2020. Ketua Barisan Rumah Juang, Taufik Hidayatullah, mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan aspirasi seluruh elemen yang tergabung dalam rumah juang, mereka sepakat untuk mendukung Rycko-Jos dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14879,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-14878","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14878"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14878\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14880,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14878\/revisions\/14880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}