{"id":14628,"date":"2020-08-11T16:28:52","date_gmt":"2020-08-11T09:28:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=14628"},"modified":"2020-09-17T11:50:28","modified_gmt":"2020-09-17T04:50:28","slug":"sekdaprov-buka-pelatihan-kepemimpinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/08\/11\/sekdaprov-buka-pelatihan-kepemimpinan\/","title":{"rendered":"Sekdaprov Lampung Buka Pelatihan Kepemimpinan"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (JournalLampung) : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto membuka acara Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I di Lingkungan Pemerintah Kabupaten\/Kota se- Provinsi Lampung Tahun 2020 di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa (11\/08\/2020). \u201cPelatihan kepemimpinan sangat penting bagi calon pejabat atau yang telah menduduki jabatan, mengingat seorang pemimpin harus memiliki bekal ilmu kepemimpinan,\u201d ujar Sekdaprov Fahrizal. Fahrizal mengatakan dengan Pelatihan Kepemimpinan akan dihasilkan seorang pemimpin yang mampu mengayomi, membimbing dan mengarahkan stafnya untuk berkeinginan sama dalam mencapai tujuan organisasi. \u201cSehingga lahirlah para Pemimpin yang ahli dan profesional,\u201d katanya. Pelatihan Kepemimpinan ini, ujar Fahrizal untuk mampu menjadi pemimpin perubahan di instansinya dan dapat memberikan pelayanan terbaik serta dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Governance. \u201cTerutama Aspek Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Reformasi Birokrasi sebagai perwujudan pelaksanaan Misi Visi dan Janji Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung,\u201d ujarnya. Namun demikan, Fahrizal menjelaskan menilik urgensi dan pentingnya sasaran pelatihan, maka pelatihan harus dipahami dan dilihat dari perspektif sebuah sistem pelatihan. Ia menyebutkan sistem pelatihan sangat tergantung dari kualitas sarana dan prasarana, tenaga pengajar yang berkualitas dan penyelenggara pelatihan yang berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, apabila hal tersebut dilakukan dengan baik, di masa mendatang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Lampung akan mampu memiliki daya saing dalam konstelasi regional maupun nasional. Dimana mampu menghasilkan peserta pelatihan yang profesional, yang mampu melakukan inovasi. \u201cTerlebih, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pengawas ini berasal dari Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten\/Kota se Provinsi Lampung,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu Plt. Kaban BPSDM Adi Sriyono\u00a0 menjelaskan tujuan pelatihan adalah untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator jabatan. Kompetensi yang ingin dibangun pada pelatihan kepemimpinan administrator dan pengawas adalah kompetensi\u00a0 kepemimpinan manajerial untuk menjamin terlaksananya penyelenggaraan pemerintah sesuai peraturan perundang-undangan. \u201cPeserta pelatihan kepemimpinan administrator diikuti sebanyak 40 peserta dan pengawas sebanyak 40 peserta\u201d, jelasnya. Ditambahkan, kurikulum terdiri dari 4 agenda yaitu kepemimpinan pancasila dan nasionalisme,\u00a0 kepemimpinan kinerja, manajemen kinerja, aktualisasi kepemimpinan.\u00a0 Untuk Pengawas juga terdiri dari 4 agenda yaitu\u00a0 kepemimpinan pancasila dan bela negara, kepemimpinan pelayanan,\u00a0 pengendalian pekerjaan dan aktualisasi kepemimpinan. (bpsdmprov)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (JournalLampung) : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto membuka acara Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I di Lingkungan Pemerintah Kabupaten\/Kota se- Provinsi Lampung Tahun 2020 di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa (11\/08\/2020). \u201cPelatihan kepemimpinan sangat penting bagi calon pejabat atau yang telah menduduki jabatan, mengingat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14629,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-14628","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pemprov"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14628"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14628\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14795,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14628\/revisions\/14795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}