{"id":14152,"date":"2020-07-24T06:37:18","date_gmt":"2020-07-23T23:37:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=14152"},"modified":"2020-08-06T06:51:06","modified_gmt":"2020-08-05T23:51:06","slug":"komisi-v-dprd-lampung-perhatikan-perlindungan-anak-dan-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/07\/24\/komisi-v-dprd-lampung-perhatikan-perlindungan-anak-dan-perempuan\/","title":{"rendered":"Komisi V DPRD Lampung Perhatikan Perlindungan Anak dan Perempuan"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal) : Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) telah membentuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul inisitif Tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.<\/p>\n<p>Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Apriliati mengatakan Raperda itu akan menjamin hak dan kewajiban yang harus diperoleh kaum hawa dan anak.<\/p>\n<p>\u201cKami selalu menjadi garda terdepan untuk membela kaum wanita dan anak di Lampung,\u201d katanya kepada awak media, Kamis (23\/07\/2020)<\/p>\n<p>Nantinya didalam Raperda itu akan mengatur sejumlah hak dan kewajiban, salah satunya perlindungan hukum dan pendidikan untuk setiap perempuan dan anak.<\/p>\n<p>\u201cRaperda itu dinilai selaras dengan Undang \u2013 Undang No. 23 Tahun 2004 tentang PKDRT. Yang menyebut perlindungan hak dan kewajiban bagi kaum hawa dan anak,\u201d katanya<\/p>\n<p>Apriliati mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga merupakan perbuatan terhadap seseorang, terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis<\/p>\n<p>\u201cBanyak kekerasan, penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga,\u201d ungkapnya<\/p>\n<p>Ia menambahkan perlindungan bagi anak yakni dipasal 81, bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).<\/p>\n<p>\u201cKami membuat Raperda ini, berdasarkan pondasi yakni UUD, jadi sesuai dengan UUD kami memperpanjang peraturan itu melalui Raperda, insyallah tahun ini bakal rampung\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal) : Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) telah membentuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul inisitif Tentang Perlindungan Anak dan Perempuan. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Apriliati mengatakan Raperda itu akan menjamin hak dan kewajiban yang harus diperoleh kaum hawa dan anak. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14153,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-14152","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dprd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14152"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14156,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14152\/revisions\/14156"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}