{"id":13485,"date":"2020-06-17T07:34:23","date_gmt":"2020-06-17T00:34:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=13485"},"modified":"2020-06-21T19:40:26","modified_gmt":"2020-06-21T12:40:26","slug":"modus-mark-up-bansos-covid-19-pejabat-lampung-pakai-perusahaan-fiktif-dprd-panggil-opd-pihak-ketiga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/06\/17\/modus-mark-up-bansos-covid-19-pejabat-lampung-pakai-perusahaan-fiktif-dprd-panggil-opd-pihak-ketiga\/","title":{"rendered":"Bansos Covid-19 Terindikasi Dimark-Up"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (Journal Lampung):<\/strong>\u00a0Dana bantuan sosial (Bansos) sembako untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19, diduga di-mark up kepala Biro Kesejahteraan Sosial Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Ternyata pihak ketiga tidak mempunyai gudang atau fiktif di Kabupaten Tanggamus.<\/p>\n<p>Sebelumnya menurut Biro Kesra Lampung, pihak ketiga tersebut CV. Bintang, yang beralamat di Kabupaten Tanggamus.<\/p>\n<p>Artinya, dugaan terjadi mark up memang benar dilakukan Biro Kesra Pemprov Lampung.<\/p>\n<p>Anggota DPRD Lampung melalui Komisi V akan memanggil OPD tersebut, termasuk pihak ketiga.<\/p>\n<p>\u201cRencananya pemanggilan itu dilakukan pada Kamis (18\/6\/2020),\u201d ujar anggota Komisi V DPRD Lampung, Suprapto, Selasa (16\/6\/2020).<\/p>\n<p>Menurutnya, ada rumor mark up dana bansos di Biro Kesra Lampung.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah melakukan komunikasi dengan komisi V agar segera memanggil OPD bersangkutan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cAnggap saja itu informasi awal, karena kita ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Selanjutnya pada Kamis pekan ini kita akan undang, biar kita dapat informasi yang lengkap,\u201d tambah Suprapto.<\/p>\n<p>Setelah mendapatkan informasi yang lengkap, komisi V akan membahasnya lagi.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada dugaan perusahaannya fiktif, tetap kita undang. Mereka harus datang. Walaupun fiktif, tapi orangnya ada. Intinya kami (DPRD) akan tetap memanggil yang bersangkutan,\u201d tegas Suprapto.<\/p>\n<p>Saat ini, komisi V akan mengumpulkan informasi yang lengkap terlebih dahulu.<\/p>\n<p>\u201cAnggap saja apa yang terekspos di media saat ini salah satu laporan dari masyarakat,\u201d jelas Suprapto.<\/p>\n<p>Sementara Pengamat Kebijakan Publik Universitas Lampung (Unila) Dedi Hermawan, mengatakan nanti pihak DPRD Lampung punya peran tersendiri untuk mengawal kasus dugaan mark up ini.<\/p>\n<p>\u201cDPRD harus pro aktif juga dalam mengawasi bansos. Para penerima itu harus dilindungi hak-haknya,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, kepentingan rakyat, terutama masalah bansos di tengah pandemi Covid-19 ini harus juga dikawal DPRD, \u201d tambah Dedi.<\/p>\n<p>Sumber : Medinas Lampung<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (Journal Lampung):\u00a0Dana bantuan sosial (Bansos) sembako untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19, diduga di-mark up kepala Biro Kesejahteraan Sosial Provinsi Lampung. Ternyata pihak ketiga tidak mempunyai gudang atau fiktif di Kabupaten Tanggamus. Sebelumnya menurut Biro Kesra Lampung, pihak ketiga tersebut CV. Bintang, yang beralamat di Kabupaten Tanggamus. Artinya, dugaan terjadi mark up memang benar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13486,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-13485","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13485","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13485"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13485\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13524,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13485\/revisions\/13524"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13486"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}