{"id":12860,"date":"2020-05-18T12:29:20","date_gmt":"2020-05-18T05:29:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=12860"},"modified":"2020-06-03T09:49:03","modified_gmt":"2020-06-03T02:49:03","slug":"diskusi-nusantara-dalam-upaya-persatuan-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/05\/18\/diskusi-nusantara-dalam-upaya-persatuan-bangsa\/","title":{"rendered":"Diskusi Nusantara dalam upaya Persatuan Bangsa"},"content":{"rendered":"<p>Journal : Diskusi Nusantara yang dimoderatori Seriyanti dari STISIP Veteran Palopo dengan tema \u2019Keresahan Kaum Milenial dalam Menyikapi Pembelajaran Online\u2019 menghadirkan tiga narasumber.Mereka adalah Muliadi Anangkota dari Universitas Cenderawasih Jayapura; M Fikri Akbar (Universitas Saburai); dan Khairil Fauzan (STIKes Bustanul Ulum Langsa Aceh).<\/p>\n<p>Muliadi mengangkat materi tentang \u2019Kuliah Online di Masa Pandemi Covid-19 (antara harapan dan kenyataan)\u2019. Menurutnya, harapan kuliah online adalah terpenuhinya kebutuhan belajar mahasiswa. Sementara, dosen tetap menjalankan tugas pokok dalam pengajaran (selain penelitian dan pengabdian). Namun kenyataan berdasarkan studi kasus Fisip Universitas Cenderawasih, pembelajaran tetap dilaksanakan meski ada pro-kontra. Sedangkan, mahasiswa masih berupaya menyesuaikan dengan metode online.<br \/>\n\u201dSelain itu, masih ada oknum mahasiswa yang tidak mengikuti kuliah online karena berbagai alasan,\u201d tuturnya. Dosen FISIP Universitas Saburai M Fikri mengangkat tema menarik, yakni \u2019Menyikapi Pembelajaran Online dengan Senyuman\u2019. Dia memberikan beberapa tips untuk menciptakan suasana belajar menyenangkan. Mulai tempat yang nyaman, memastikan koneksi internet yang baik, sampai menyediakan cemilan.<br \/>\nTerakhir, Khairil mengangkat masalah \u2019Psikologi Ketidakpastian: Menjaga Kesehatan Mental dan Kelola Stres di Masa Pandemi\u2019. Dia menerangkan Covid-19 telah memunculkan teori baru tentang psikovirologi dan ketidakpastian. Hal ini berdampak pada minimnya kepatuhan, ambiguitas sikap, sampai munculnya rasa frustrasi pada masyarakat. Untuk itu dia memberikan beberapa solusi. Antara lain mengembangkan sikap yang proporsional, meningkatkan kepatuhan, menumbuhkan altruisme, dan membangun sense of community. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Journal : Diskusi Nusantara yang dimoderatori Seriyanti dari STISIP Veteran Palopo dengan tema \u2019Keresahan Kaum Milenial dalam Menyikapi Pembelajaran Online\u2019 menghadirkan tiga narasumber.Mereka adalah Muliadi Anangkota dari Universitas Cenderawasih Jayapura; M Fikri Akbar (Universitas Saburai); dan Khairil Fauzan (STIKes Bustanul Ulum Langsa Aceh). Muliadi mengangkat materi tentang \u2019Kuliah Online di Masa Pandemi Covid-19 (antara harapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12861,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-12860","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12860"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12860\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12862,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12860\/revisions\/12862"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}