{"id":12166,"date":"2020-03-09T09:27:22","date_gmt":"2020-03-09T02:27:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=12166"},"modified":"2020-04-12T09:29:43","modified_gmt":"2020-04-12T02:29:43","slug":"dprd-lampung-pembangunan-kejari-dua-kabupaten-harus-dipercepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/03\/09\/dprd-lampung-pembangunan-kejari-dua-kabupaten-harus-dipercepat\/","title":{"rendered":"DPRD Lampung : Pembangunan Kejari Dua Kabupaten Harus Dipercepat"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal) : Fraksi Partai Nasdem DPRD Provinsi Lampung mendorong berdirinya Kejaksaan Negeri (Kejari) di Kabupaten Mesuji dan Pesisir Barat (Pesibar). Hal itu disampaikan saat berlangsungnya kunjungan kerja Ketua Fraksi Nasdem untuk MPR RI Taufik Basari ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Senin (9\/3\/2020).<\/p>\n<p>Kedatangan pria yang akrab disapa Tobas itu didampingi para Anggota Fraksi Nasdem DPRD Lampung, Siti Rahma (Ketua Fraksi), Fauzan Sibron (Wakil Ketua DPRD Lampung) dan Wahrul Fauzi S (Ketua Komisi II DPRD Lampung), Budi Yuhanda, Nuril Anwar, dan Asih Fatmawati.<\/p>\n<p>Turut hadir juga mendampingi Ketua DPW Nasdem Lampung itu Bendahara DPW Nasdem Lampung Tampan Sujarwadi, Garda Pemuda Nasdem Moda Carepoboka dan Wasekjen DPW Nasdem Lampung Devita.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah usulkan ke pimpinan kejaksaan untuk membangun Kejari di dua kabupaten: Mesuji dan Pesibar. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi sehingga kita bisa menambah lagi dua Kejari di Lampung,\u201d kata Tobas usai menemui Kepala Kejati (Kajati) Lampung Diah Srikanti.<\/p>\n<p>Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Lampung Siti Rahma. Wanita berhijab itu mengatakan, pembangunan Kejari di dua kabupaten tersebut harus dipercepat.<\/p>\n<p>\u201cIni kan pelayanan hukum namanya. Maka harus diutamakan. Kalau sudah terbangun kantor Kejaksaan dan Kepolisian di semua kabupaten\/kota, akan memudahkan masyarkaat juga. Termasuk memudahkan para jaksa dan kepolisian dalam bekerja,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, legislator asal Dapil III: Pringsewu, Pesawaran dan Metro itu juga mendorong segera terealisasinya pembangunan kantor Kejari di kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p>\u201cPesawaran kan sudah ada Kejari, tapi kantornya masih mengontrak. Maka kita pun akan berupaya mendorong pembangunannya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara, legislator DPRD Lampung asal daerah pemilihan (dapil) VI: Mesuji, Tulang Bawang, dan Tulangbawang Barat Budi Yuhanda menegaskan bahwa pembangunan Kejari Mesuji sangat diperlukan.<\/p>\n<p>\u201cApalagi kan saat ini sudah ada Mapolres di Mesuji. Maka pembangunan Kejarinya pun harus dipercepat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Budi pun siap menjembatani antara pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat dengan pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya pembangunan lahan dan kantor Kejari Mesuji.<\/p>\n<p>\u201cKita akan perjuangkan untuk pembangunan Kejari di Mesuji. Karena keberadaannya sangat dibutuhkan. Sebab banyak sekali konflik yang terjadi di Mesuji ini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sedangkan Nuril Anwar, legislator asal Dapil IV: Tanggamus, Pesibar dan Lampung Barat bukan hanya mendorong terealisasinya pembangunan Kejari, namun juga pembangunan Mapolres di Kabupaten Pesibar.<\/p>\n<p>\u201cUntuk pembangunan Kantor Kejari di Pesibar sudah sempat ada peninjauan dari Kejaksaan Agung. Tapi sebelum itu direalisasikan butuh dibangun lebih dulu Mapolres. Maka saya sebagai Anggota DPRD Provinsi mendorong untuk percepatan pembangunan Kejari dan Mapolres Pesibar,\u201d jelasnya. (advertorial)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (Journal) : Fraksi Partai Nasdem DPRD Provinsi Lampung mendorong berdirinya Kejaksaan Negeri (Kejari) di Kabupaten Mesuji dan Pesisir Barat (Pesibar). Hal itu disampaikan saat berlangsungnya kunjungan kerja Ketua Fraksi Nasdem untuk MPR RI Taufik Basari ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Senin (9\/3\/2020). Kedatangan pria yang akrab disapa Tobas itu didampingi para Anggota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12167,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-12166","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-advetorial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12166"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12166\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12168,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12166\/revisions\/12168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}