{"id":11517,"date":"2020-02-07T21:44:48","date_gmt":"2020-02-07T14:44:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=11517"},"modified":"2020-03-11T21:47:41","modified_gmt":"2020-03-11T14:47:41","slug":"riana-arinal-dilantik-sebagai-ketua-yayasan-jantung-indonesia-lampung-2019-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/02\/07\/riana-arinal-dilantik-sebagai-ketua-yayasan-jantung-indonesia-lampung-2019-2024\/","title":{"rendered":"Riana Arinal Dilantik sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia Lampung 2019-2024"},"content":{"rendered":"<p>BANDARLAMPUNG (Journal): Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Pusat Ny. Esti Nurjadin disaksikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, melantik Ibu Riana Sari Arinal sebagai Ketua yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Lampung Periode 2019-2024, di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur, Jum\u2019at (7\/2\/2020).<\/p>\n<p>Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan Pengurus Pusat Yayasan Jantung Indonesia Nomor: 55\/YJI\/SK\/XI\/2019 tentang revisi susunan kepengurusan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Lampung masa bhakti 2029-2024.<\/p>\n<p>Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya kepengurusan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Lampung untuk masa bakti 2019- 2024 pada hari ini.\u00a0\u201cSaya berharap kepada semua pengurus yang baru saja dilantik agar bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsi kepengurusan sesuai dengan Visi Yayasan Jantung Indonesia, yaitu sebagai pelopor Gaya Hidup Sehat,\u201d ujar Gubernur Arinal.<\/p>\n<p>Menurut Gubernur, setiap individu yang sehat jasmani dan rohani akan menjadi manusia yang produktif, dan hidup sehat adalah kunci produktifitas manusia. \u201cDengan sehat jasmani dan rohani akan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa, khususnya masyarakat Lampung,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Gubernur Arinal juga menjelaskan bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab seluruh komponen, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. \u201cYayasan Jantung Indonesia merupakan lembaga masyarakat yang berfokus kepada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui pemasyarakatan panca usaha jantung sehat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Gubernur Arinal menyampaikan dirinya sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan berbagai komponen masyarakat, khususnya Yayasan Jantung Indonesia baik Pusat maupun Cabang Utama Lampung karena berkomitmen dan terlibat secara aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.\u00a0\u201cKita bisa melakukan sosialisasi ke lapangan sampai tingkat desa terkait pencegahan akan penyakit jantung. Pemprov Lampung siap membantu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,\u201d jelas Gubernur Arinal.<\/p>\n<p>Sejauh ini, tantangan tugas Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Lampung, lanjut Arinal, tidaklah ringan. Hal ini mengingat penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, bahkan di dunia, termasuk di Provinsi Lampung.\u00a0\u201cOleh karena itu, saya dan anggota YJI Cabang Utama Lampung akan berupaya bekerja keras untuk menjalankan program ini. Dan kepada seluruh pengurusan yang baru dilantik saya berharap dapat bekerja lebih baik lagi dengan membangun kemitraan dengan seluruh stakeholder,\u201d ujarnya. (ADPIM)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDARLAMPUNG (Journal): Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Pusat Ny. Esti Nurjadin disaksikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, melantik Ibu Riana Sari Arinal sebagai Ketua yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Lampung Periode 2019-2024, di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur, Jum\u2019at (7\/2\/2020). Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan Pengurus Pusat Yayasan Jantung Indonesia Nomor: 55\/YJI\/SK\/XI\/2019 tentang revisi susunan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11518,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-11517","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11517","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11517"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11517\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11519,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11517\/revisions\/11519"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11517"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11517"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11517"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}