{"id":11479,"date":"2020-03-11T18:07:23","date_gmt":"2020-03-11T11:07:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=11479"},"modified":"2020-03-11T18:07:23","modified_gmt":"2020-03-11T11:07:23","slug":"rakor-litbang-regional-sumatera-tahun-2020-wagub-chusnunia-dorong-kegiatan-riset-dan-inovasi-tingkatkan-kualitas-hidup-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/03\/11\/rakor-litbang-regional-sumatera-tahun-2020-wagub-chusnunia-dorong-kegiatan-riset-dan-inovasi-tingkatkan-kualitas-hidup-masyarakat\/","title":{"rendered":"Rakor Litbang Regional Sumatera Tahun 2020, Wagub Chusnunia Dorong Kegiatan Riset dan Inovasi Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>BANDAR LAMPUNG (Journal): Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mendorong kegiatan riset dan inovasi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.<\/p>\n<p>Hal itu diungkapkan Wagub saat membuka Rakor Litbang Regional Sumatera Tahun 2020 di Hotel Emersia Bandar Lampung, Rabu (11\/3\/2020).<\/p>\n<p>\u201cPerlu dilakukan komunikasi dan koordinasi dalam inovasi perencanaan Litbang antar daerah khususnya di Sumatera. Agar kegiatan riset dan inovasi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,\u201d ujar Wagub dalam Rakor yang mengusung tema &#8220;Integrasi Riset dan Inovasi Sumatera untuk Indonesia Maju&#8221; tersebut.<\/p>\n<p>Wagub Nunik menyampaikan bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) menjadi modal dan investasi utama untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.<\/p>\n<p>Termasuk pula kesejahteraan rakyat, kemandirian, memajukan daya saing dan peradaban bangsa, serta menjaga kelestarian alam.<br \/>\nHal ini menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan solusi permasalahan pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cTujuan diselenggarakannya Rapat Koordinasi Litbang Regional Sumatera Tahun 2020 ini adalah untuk meningkatkan sinergitas penyelenggaraan riset dan inovasi antar Provinsi di Sumatera. Langkah ini diperlukan untuk memberdayakan dan mengoptimalkan kegiatan riset dan inovasi serta memperkuat peran dan posisi Litbang saat ini,\u201d jelas Nunik.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Balitbangda Lampung Hamartoni Ahadis menyampaikan bahwa Perlu dikembangkan pendekatan kolaboratif antardaerah otonom, untuk mewujudkan Indonesia maju.<\/p>\n<p>\u201cKompetisi tidak lagi melulu diartikan sebagai satu ancaman. Kompetisi dalam era Industri 4.0 saat ini akan lebih tepat, jika dimaknai sebagai upaya membangun potensi menjadi kompetensi melalui kinerja terbaik,&#8221; ujar Hamartoni.<\/p>\n<p>Era saat ini, menurut Hamartoni, bukan tentang siapa mengalahkan siapa, tetapi lebih banyak tentang mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri kita untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Hamartoni mengatakan Rakor ini menjadi penting dan strategis, karena akan mempercepat pembangunan melalui menumbuhkan pola pikir dan hubungan strategis antardaerah, pendekatan pembangunan yang partisipatif, serta membangun kemitraan dengan para pemangku kepentingan secara efektif.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya Rakor Litbang se-Sumatera ini diharapkan dapat terbangun kemitraan, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah provinsi se-Sumatera untuk mempercepat pembangunan daerah dan regional,\u201d ujarnya. (Adpim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; BANDAR LAMPUNG (Journal): Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mendorong kegiatan riset dan inovasi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal itu diungkapkan Wagub saat membuka Rakor Litbang Regional Sumatera Tahun 2020 di Hotel Emersia Bandar Lampung, Rabu (11\/3\/2020). \u201cPerlu dilakukan komunikasi dan koordinasi dalam inovasi perencanaan Litbang antar daerah khususnya di Sumatera. Agar kegiatan riset [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11481,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-11479","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11479"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11482,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11479\/revisions\/11482"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}