{"id":11290,"date":"2020-03-04T16:37:50","date_gmt":"2020-03-04T09:37:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.journallampung.com\/?p=11290"},"modified":"2020-03-04T16:37:50","modified_gmt":"2020-03-04T09:37:50","slug":"terima-laporan-shin-tae-yong-ketua-umum-pssi-sepakati-penguatan-fisik-dan-mental-pemain-tim-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/2020\/03\/04\/terima-laporan-shin-tae-yong-ketua-umum-pssi-sepakati-penguatan-fisik-dan-mental-pemain-tim-nasional\/","title":{"rendered":"TERIMA LAPORAN SHIN TAE-YONG, KETUA UMUM PSSI SEPAKATI PENGUATAN FISIK DAN MENTAL PEMAIN TIM NASIONAL"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta (Journal):Kunci perbaikan prestasi sepak bola Indonesia ada pada dua hal: penguatan fisik dan mental pemain. Penekanan itu disampaikan pelatih kepala tim nasional Indonesia Shin Tae Yong dalam paparan kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Jakarta, 4 Maret 2020.<\/p>\n<p>\u201cKalau dua hal itu dibenahi dengan benar, pasti sepak bola Indonesia akan berkembang sangat baik,\u201d kata Shin Tae Yong.<\/p>\n<p>Tae Yong memaparkan secara detail kondisi para pemain timnas, terutama Timnas U-19 yang dibawanya mengikuti training camp di Thailand, Januari lalu.<\/p>\n<p>Pelatih asal Korea Selatan itu menyampaikan laporan rinci para pemain Timnas U-19, yang sebagian di antaranya akan menjadi kerangka untuk Piala Dunia U-20 2021, sejak menjalani pemusatan latihan di Cikarang.<\/p>\n<p>\u201cSaat berkumpul pada pertengahan Januari itu, jumlah awal pemain Timnas U-19 ada 55 orang,\u201d kata Tae Yong.<\/p>\n<p>Pada 22 Januari \u2013 1 Februari, 28 pemain kemudian berangkat ke Alpine Football Camp Training, Chiang Mai, Thailand, untuk melanjutkan pemusatan latihan serangkaian uji coba melawan tim-tim asal Korsel.<\/p>\n<p>Dalam rentang waktu itu, timnas menjalani 5 kali uji tanding, dengan 4 kali kalah, yakni 1-5 melawan Busan IPark, 0-2 dari Kyung Hee University, 0-4 dan 1-4 dari Seongnam FC dan menang 2-1 pada laga kedua melawan Kyung Hee University.<\/p>\n<p>\u201cKalau dilihat skornya memang banyak kebobolan. Tapi dalam kondisi pemain letih, baru selesai liga, seharusnya malah kebobolannya bisa lebih banyak lagi,\u201d kata Tae Yong.<\/p>\n<p>Dalam penjelasan detailnya pada masing-masing pemain, Tae Yong mengungkapkan nama, posisi, statistik, riwayat cedera, serta komentar spesifik atas pemain itu. Secara umum, Tae Yong menyoroti lemahnya fisik para pemain timnas kita.<\/p>\n<p>\u201cSecara fisik sangat kurang. Setelah menit ke-20, para pemain terlihat capai. Karena itu, di Chiang Mai kami berkonsentrasi meningkatkan kemampuan fisik,\u201d kata mantan pemain timnas Korsel berusia 50 tahun itu.<\/p>\n<p>Selama di Thailand, para pemain digeber dengan core training, weight training, juga lari selama 5 km setiap pagi. Pada sore hari, pemain berlatih antara lain passing game, bagaimana membuat gol cepat, dan \u2018running defence\u2019.<\/p>\n<p>Selama training camp, pemain Timnas U-19 juga dicek berat badan dan kandungan lemaknya setiap hari.<\/p>\n<p>\u201cKami periksa secara akurat kondisi fisik pemain setiap usai makan pagi. Intinya, jika dibandingkan dengan para pemain Timnas U-18 dan U-19, kondisi fisik pemain Timnas Indonesia sangat jauh di bawah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk itu, kata mantan pelatih Seongnam Ilhwa Chunma dan Quensland Roar ini, para pemain kita harus lebih banyak meningkatkan latihan fisik lagi.<\/p>\n<p>Ia pun menunjukkan bagaimana para pemain mengirimkan update foto saat berlatih fisik di tempat tinggal masing-masing. Sementara dari pihak tim pelatih juga mengirim rekaman video program latihan kepada para pemain.<\/p>\n<p>\u201cPerlu motivasi terus-terusan agar mereka berkembang lagi. Bagaimana pola makan dan latihan harus terus dijaga,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Tae Yong menekankan banyak hal mendasar harus diperhatikan para pemain timnas kita. Misalnya keseimbangan jumlah dan intensitas latihan, asupan nutrisi serta waktu pemulihan atau istirahat yang tepat untuk mengurangi risiko cedera serta meningkatkan kinerja pemain.<\/p>\n<p>\u201cPenting juga terkait pemilihan sepatu bola yang tepat sesuai posisi pemain. Ini hal kecil tapi membuat perbedaan sangat besar,\u201d kata Tae Yong. Ia menggambarkan kekuatan pul besi sepatu bola jelas berbeda untuk posisi tiap pemain, khususnya centre back.<\/p>\n<p>Hal lain yakni pentingnya melakukan \u2018taping\u2019 atau membebat bagian-bagian tertentu pada kakinya. \u201cTaping sangat penting mencegah cedera. Hal ini harus dibiasakan walaupun awalnya merepotkan dan terasa tidak nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Juga digarisbawahi yakni pentingnya pemain mengkonsumsi protein seperti daging, ikan, serta suplemen, tapi jangan lupa diimbangi dengan makan sayuran agar pencernaan jadi lebih cepat.<\/p>\n<p>\u201cKarena itu, ayo banyak-banyak makan salad,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Iriawan menyatakan dukungannya pada hal-hal yang disampaikan pelatih kepala tim nasional. Semua demi kemajuan prestasi timnas Indonesia yakni memperbaiki peringkat FIFA untuk timnas senior dan mampu berbicara banyak di Piala Dunia U-20 2021 bagi Timnas U-19.<\/p>\n<p>\u201cSebagai Ketua Umum PSSI, saya mendukung apapun yang disampaikan Shin Tae Yong demi peningkatan prestasi tim nasional kita. Ini masalah mindset. Kita harus mau disiplin dan bekerja keras kalau mau meraih prestasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Didampingi Sekjen Ratu Tisha Destria dan anggota Komite Eksekutif PSSI Pieter Tanuri, Iriawan akan menyiapkan aturan dan sanksi tegas bagi pemain yang menolak bergabung dengan timnas.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah buat agar jadwal liga tidak berbenturan dengan pemusatan latihan timnas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Terkait hal ini, Tae Yong memberi contoh di Korsel, adanya sanksi tegas larangan bermain beberapa tahun dari Korea Football Association (KFA) bagi beberapa pemain yang menolak panggilan timnas.<\/p>\n<p>\u201cNanti kita rumuskan sanksinya agar ada efek jera bagi mereka yang tak mau bergabung dengan timnas,\u201d pungkas Iriawan.<\/p>\n<p>***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (Journal):Kunci perbaikan prestasi sepak bola Indonesia ada pada dua hal: penguatan fisik dan mental pemain. Penekanan itu disampaikan pelatih kepala tim nasional Indonesia Shin Tae Yong dalam paparan kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Jakarta, 4 Maret 2020. \u201cKalau dua hal itu dibenahi dengan benar, pasti sepak bola Indonesia akan berkembang sangat baik,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11291,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-11290","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bandarlampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11290"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11292,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11290\/revisions\/11292"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.journallampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}