Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Tim Gabungan Pelaku Penjerat Satwa Liar

Tanggamus (JL) : Seorang pria 55 tahun tertangkap oleh tim gabungan atas dugaan persangkaan menjerat satwa yang dilindungi di Blok VII Pekon GunungDoh Kecamatan Bandar Negeri Semoung (BNS) Kabupaten Tanggamus. Selasa (20/04/21)

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, yang diduga bagian tubuh binatang yang di lindungi 1 kepala mirip kijang, potongan kulit, 4 kaki, dan 1 tengkorak yang mirip kepala rusa, dan senapan angin, 2 golok, seutas tali tambang serta kayu patok jeratan.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora, mengungkapkan, tersangka ditangkap di lokasi Blok VII Pekon Gunung Doh Kecamatan Bandar Negeri Semoung (BNS) Kabupaten Tanggamus.

“Tersangka ditangkap dinihari tadi, Selasa, 20 April 2021 pukul 02.00 Wib,” ungkap Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

“Barang bukti ada be-berapa potongan tubuh binatang, meliputi kepala, kulit dan kaki, tengkorak kepala yang di duga bagian tubuh binatang yang di lindungi, yaitu kijang dan rusa, serta sejumlah golok dan senapan angin,” ujarnya.

Lanjutnya, berdasarkan keterangan tersangka, bahwa hasil jeratan, dagingnya sebagain dijual kepada tetangga dan sebagain dikonsumsi sendiri.

“Harga daging bervariasi, berdasarkan keterangan pelaku Rp 75 ribu per kilogram, tersangka diperkirakan telah lama menangkap hewan yang dilindungi tersebut dan ia bekerja seorang diri, dia mendapatkan keuntungan untuk kehidupan sehari-hari, itulah pendapatannya, namun caranya saja yang salah,” imbuhnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf a dan d Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

“Ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (rls/Jeni)



WhatsApp chat