Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

M. Syaleh Dituntut 3 Tahun Penjara

 

Bandar Lampung (JL) : Sidang tipu gelap surat sporadik lahan Gunung Kunyit, yang melibatkan Korban H Nurydin dan Terdakwa M. Syaleh terus begulir.

Selasa (02/02/2021) siang, Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Melalui Suat Tuntutan Nomor Registrasi 283/TJKR/11/2021, yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut
Umum (JPU) Ali Amashuri, menuntut Terdakwa M. Syaleh bin Hi. Sai Ratu, dengan hukuman tiga tahun kuraungan penjara.

Dalam pembacaannya, Ali Mashuri mengatakan, M Syaleh secara sah dan meyakinkan melangar pasal 378 KUHP tentang tindak penipuan, sesuai dengan dakwaan
primer.

Untuk itu, pihaknya menuntut M Syaleh, dengan hukuman penjara tiga tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahan sementara dengan perintah, agar terdakwa
segera dimasukan dalam penjara.

Ditemui usai gelar persidangan, Penhasihat Hukum (PH) terdakwa M. Syaleh, Amrullah, S.H, mengatakan, pihaknya akan berupaya melakukan pembelaan dan
membebaskan terdakwa. Pasalnya, ia menilai apa yang dilakukan oleh kliennya merupakan perkara perdata. bukan pidana.

“M Syaleh menjanjikan keuntungan, jika proses jual beli tanah di Gunung Kunyit tersebut terealisasi,” ujarnya.

Meski demikian, ia dan keluarga terdakwa mengaku pasrah yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada persidangan yang akan digelar kembali pekan
depan.

Selain itu, Amrullah selaku lawyer terdakwa juga mengharapkan adanya ketegasan dari pihak aparat kepolisian, khususnya dalam kasus ini pihak Poltabes Bandar
Lampung dan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, perihal status tersangka Darusallam.

Karna, ia berdalih, perbuatan yang dilakukan M Syaleh tidak akan menjadi polemik, jika tidak ada keikutsertaan dan keterlibatan Darusallam.

“Toh dalam persidangan, bahkan saksi Darusalam dan saksi menyebutkan, uang yang diberikan Nuryadin diberikan kepada Darusalam. Keterangan tersebut
merupakan bukti fakta persidangan yang disampaikan Eddy Aman dan Nuryadin,” ujarnya.

Menilik bukti fakta persidangan tersebut Amrullah menegaskan, penetapan P21 berkas Darusallam seharunsya menjadi kelanjutan atas persidangan M Syaleh.

“Kita (PH M., Syaleh, red) selalu menanyakan hal tersebut (proses P21 Tersangka Darusalam, red) ke phak kepolisian. Namun, jawabannya ya gitu-gitu terus,” sesalnya.(rilis)



WhatsApp chat