Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

DD Penunjang Pamsimas Diduga Ditilep

 

TANGGAMUS (JL) – Mangkraknya pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Pekon kejadian Lom, Diduga karena dana sharing yang bersumber dari Dana desa (DD) ditilep oleh PJ Kakon , sekdes dan juga bendahara .

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu sumber yang terlibat langsung pada kegiatan Pamsimas .

” Uang dari DD itu tidak direalisasikan ,karena sudah dialokasi tapi dimakan sama mereka bertiga ,” katanya .

Sementara menurut LSM Pematank ,hal ini tidak boleh dibiarkan , harus ada tindakan agar semua jera .

” Korupsi DD sesuai dengan Pasal 2 Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun penjara , coba kita buat mereka sebagai contoh untuk pj atau Kakon yang lain sehingga ada efek jera, ” katanya .

Diketahui Pembangunan PAMSIMAS Pekon Kejadian Lom, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus Tahun 2019 dengan anggaran dari pemerintah pusat sebesar lebih kurang Rp .245.000.000 ditambah dana penunjang dari desa sebesar Rp . 35.000.000 tidak selesai dan kini mangkrak .

Menurut masyarakat sekitar, sejak dibangun satu tahun yang lalu, bangunan ini belum pernah digunakan oleh warga. Air yang katanya dapat dirasakan langsung manfaatnya dengan fasilitas perpipaan terdapat didepan rumah masyarakat pun belum terlihat hingga saat ini.

” Kalau anggarannya kami kurang tau berapa, tapi pasti bisa kita perkirakan ratusan juta, dari dibikin belum ada pernah dipake, entah gimana,” katanya baru-baru ini.

Data yang terhimpun di lapangan, pembangunan sarana program pamsimas Pekon Kejadian Lom yang dibangun pada tahun 2019 hingga saat ini belum berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat. Terlihat dari beberapa item pekerjaan dilapangan yang belum selesai pekerjaannya dan belum adanya sarana sambungan air ke rumah-rumah masyarakat.

Diketahui program PAMSIMAS di pekon tersebut juga selama satu tahun terakhir belum di lakukan serah terimah pekerjaan atau pengalihan kepengurusan dari Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) ke KPSPAMS.

Sementara Sekdes kejadian belum dapat dikonfirmasi, meskipun tlp dalam keadaan aktif namun tidak menjawab panggilan. (tim)



WhatsApp chat