Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Terdakwa Mengaku Disuruh Darussalam Teken Surat Perjanjian Terkait Pinjaman Rp500 Juta

Bandar Lampung (Journa) : Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan surat tanah sporadik, M. Syaleh, mengaku diperintah tersangka Darussalam untuk menandatangani surat perjanjian dengan saksi korban Nuryadin.

“Saya disuruh tanda tangan, tapi tidak mengetahui isi surat perjanjian tersebut,” katanya dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (19/1/2021).

Syaleh mengaku diajak Darussalam bertemu dengan  Nuryadin untuk menandatangani surat pinjaman uang sejumlah Rp500 juta. Uang tersebut untuk mengurus sporadik

Meski begitu, dirinya tidak mengetahui adanya penyerahaan uang sebesar Rp125 juta dari kesepakatan Rp500 juta.

“Saya disuruh tanda tangan saja sama Darussalam, tetapi tidak menyaksikan penyerahan uang sebesar Rp125 juta dari total Rp500 juta dari Nuryadin ke Darussalam,” ungkapnya.

Penasihat hukum M. Syaleh, David Sihombing menjelaskan ada batas kewenangan yang dilanggar dalam pemberian kuasa kepada Darussalam.

“Fakta persidangan M. Syaleh memberikan kuasa ke Darussalam untuk mengurus surat sporadik dengan meminjam uang ke Nuryadin, tetapi Darussalam tidak bertindak berdasarkan kuasa tersebut,” ujarnya usai persidangan.

“Dia (M. Syaleh) tidak boleh membaca perjanjian tersebut oleh Darussalam, hanya menyuruh tanda tangan saja,” sambung David.

Karenanya, ia pun terus meminta pihak kejaksaan agar segera menyatakan berkas tersangka Darussalam P21. (*)



WhatsApp chat