Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Satnarkoba Polres Tanggamus Amankan Pengedar Narkoba

Tanggamus (Journal) : Hanya demi untuk foya-foya dua kurir Narkoba jenis sabu tertangkap bersama seorang pengedar oleh satuan Reserse atau Satres Narkoba Polres Tanggamus di Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus. Kamis (08/10/20)

 

Diketahui peran masing-masing tersangka, yakni SO alias Soni selaku pengedar, sementara GU alias Gun dan RA merupakan selaku kurir. Mereka telah mengedarkan sabu sejak setahun terakhir, bahkan hingga keluar Kecamatan Pugung dimana operasi mereka selalu berpindah tempat (kontrakan) guna mengelabui polisi.

 

Terkhusus SO yang berperan sebagai pengedar, dengan kategori penjualan sangat besar pendapatannya, dimana setiap pembelian senilai Rp. 60 juta akan habis selama 10 hari dan ia meraup keuntungan bersih sebesar Rp. 15 juta.

 

Kemudian, di rumah tempat lokasi penggerebekan, mereka baru dua minggu mengontrak guna sebagai markas, menjual barang haram tersebut dengan system transaksi melalui jejaring komunikasi yang ada.

 

Mirisnya, seorang kurir yakni GU diketahui merupakan mahasiswa di perguruan tinggi Kabupaten Pringsewu adapun RA diketahui sudah tidak bersekolah lagi, GU mengaku telah 2 bulan mengirimkan barang haram kepada pembeli yang uangnya hanya digunakan untuk foya-foya.

 

Selain sabu, petugas juga mengamankan 3 butir pil berwarna hijau diduga inex., 2 daun ganja kering., 3 bungkus plastik klip ukuran besar berisi plastik klip kosong., 2 buah timbangan digital., 7 unit handphone., 2 sepeda motor dan uang tunai sebesar Rp. 1.660.000,-.

 

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK., Wakapolres Kompol Heti Patmawati, SH. SIK mengungkapkan, ketiga tersangka ditangkap dalam serangkaian penyelidikan informasi, bahwa di salah satu rumah di Dusun Tanjung Likut Kecamatan Tiuh Memon Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus (Lampung) diduga digunakan sebagai tempat transaksi sabu.

 

“Berdasarkan penyelidikan tersebut, kemarin Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib dilakukan penggerebekan sehingga berhasil ditangkap 3 tersangka berinsial SO, GU dan RA,” ungkap Kompol Heti Patmawati didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, SH. MH dan Kasatresnarkoba AKP I Made Indra Wijaya, SH dalam konferensi pers menghadirkan 2 tersangka dewasa di Mapolres Tanggamus, Kamis (8/10/20).

 

Setelah penangkapan, tim kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan yang baru sekitar 2 mingguan dipergunakan para tersangka menjual barang haram tersebut ditemukan puluhan paket sabu siap edar.

 

“Barang bukti sabu seberat 150,05 gram yang dikemas dalam 95 paket baik kecil maupun besar,” ujarnya.

 

Ditambahkannya, dalam perkara tersebut pihaknya telah mengklasifikasi peran para tersangka yakni SO selaku pengedar, GU dan RA selaku kurir.

 

“Jadi satu pengedar dua kurir termasuk RA yang berusia 16 tahun. Kemudian kami juga masih melakukan pengembangan dan penyelidikan orang-orang yang terlibat,” imbuhnya.

 

Wakapolres menegaskan, terhadap para tersangka akan dijerat pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 ancaman maksimal 20 tahun penjara.

 

“Ancaman terhadap RA menggunakan pasal yang sama. Namun penyidikannya mengacu kepada UU Peradilan Anak,” pungkasnya.

 

Tersangka SO, dalam penuturan mengakui, bahwa ia telah menjalankan bisnis haram tersebut selama hampir satu tahun. Dimana transkasi dengan bandar, dengan cara membeli sabu seharga Rp. 60 juta dan transfer dimuka Rp. 10 juta, sisanya dibayar jika barang sudah habis.

 

“Belanja sabu ada yang antar, beli Rp. 60 juta, bayar DP Rp. 10 juta sisanya dibayar setelah habis,” kata SO dalam keterangannya.

 

SO mengaku bahwa area penjualan mencakup wilayah luar Kabupaten Tanggamus dengan pasaran Rp.1 juta per gram, namun ia berdalih tidak menjual kepada pelajar.

 

“Itu per gram saya jual Rp. 1 juta. Tapi enggak jual ke pelajar,” tutupnya. (Jeni)



WhatsApp chat