Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Ribuan Satpam Pasar di Kota Bandar Lampung Tak Sesuai Peraturan KapKapolandar Lampung

Bandar Lampung (Journal) : Ribuan petugas satuan keamanan (Satpam) pasar dan pusat perbelajaan di Kota Bandar Lampung, diluar Satpam Organik tidak memenuhi syarat sebagai petugas keamanan sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) No 24 Tahun 2007. Bahkan anggota Satpam harus mengikuti pelatihan Gata Pratama.

Dalam Perkapolri No 24 Tahun 2007, BAB III Pasal 12 (1), bahwa seorang calon Satpam harus memiliki KTA Satpam, dan syarat mendapatkan KTA harus mengikuti Pelatihan Gada Pratama.

 

Sinarlampung

Home Bandarlampung

Ribuan Satpam Pasar di Kota Bandar Lampung Tak Sesuai Peraturan Kapolri

sinarlampung by sinarlampung 25 September 2020 4 min read

 

 

 

Ribuan Satpam Pasar di Kota Bandar Lampung Tak Sesuai Peraturan Kapolri

0

SHARES

Bandar Lampung (SL)-Ribuan petugas satuan keamanan (Satpam) pasar dan pusat perbelajaan di Kota Bandar Lampung, diluar Satpam Organik tidak memenuhi syarat sebagai petugas keamanan sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) No 24 Tahun 2007. Bahkan anggota Satpam harus mengikuti pelatihan Gata Pratama.

 

Dalam Perkapolri No 24 Tahun 2007, BAB III Pasal 12 (1), bahwa seorang calon Satpam harus memiliki KTA Satpam, dan syarat mendapatkan KTA harus mengikuti Pelatihan Gada Pratama.

 

Berita Terkait

Modus Bisnis Loundry Anggota Dewan Palembang Jualan Narkoba Bandar Besar Lama Jadi Target Operasi

Modus Bisnis Loundry Anggota Dewan Palembang Jualan Narkoba Bandar Besar Lama Jadi Target Operasi

26 SEPTEMBER 2020 6

Warga Laporkan Oknum Perwira Polisi Kasus Penyerobotan Lahan

Warga Laporkan Oknum Perwira Polisi Kasus Penyerobotan Lahan

25 SEPTEMBER 2020 13

 

Penyusuran sinarlampung yang terdata di BPS Kota Bandar Lampung terdapat 31 Lokasi Pasar Tradisional di Bandar Lampung, 14 pasar moderen, diluar pusat pertokoan, ruko, yang terdapat ribuan petugas keamanan yang masih dikelola secara tradisioanal, dan belum memenuhi syarat sebagai Satpam.”Ya benar bang, saya belum pelatihan. Tapi karena sudah lama jadi petugas Satpam,” kata Satpam di Pasir Gintung.

 

Hal yang sama di amini Satpam di Pasar Mangga Dua, yang menangangi pasar Mangga Dua hingga Paar Bumi Waras. “Kita malah belum ada yang ikut pelatihan Satpam,” katanya

 

Kasat Binmas Kota Bandar Lampung Kompol Atang Samsuri membenarkan jika syarat menjadi kepala satpam minimal harus memiliki sertifikat Gada Pratama. Dalam pelatihan itu ada tiga tingkatan, yaitu Gada Pratama, Gada Madya (tingkat Polda), dan Gada Utama Tingkat Mabes Polri. “Untuk kepala Satuan Keamanan itu minimal diklat gada pratama,” kata Atang.

 

Menurut Atang, dalam hal itu pihaknya hanya melakukan kordinasi pembinaan. Jika memang nanti ada yang belum diklat, maka akan dilakukan diklat sesuai persyaratan Satpam. “Ada ribuan, tapi nanti dilihat lagi datanya,” kata Atang didampingi kordinator Satpam Mangga Dua Aiptu Sugianto.

 

Perkap 24/2007 Tentang Satpam

 

Dalam Peraturan Kapolri menyebutkan, untuk mengikuti pelatihan Gada Pratama harus memenuhi persyaratan, yaitu warga negara Indonesia; Lalu lulus tes kesehatan dan kesemaptaan, lulus Psikotes, bebas Narkoba, menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), berpendidikan paling rendah Sekolah Menengah Umum (SMU), tinggi tinggi Badan paling rendah 165 cm untuk pria dan paling rendah 160 cm untuk wanita, dengan usia paling rendah 20 (dua puluh) tahun dan paling tinggi 30 (tiga puluh) tahun.

 

“Tidak semua orang bisa mengikuti pelatihan Gada Pratama dan menjadi seorang Anggota Satpam. Yang saat ini sudah menjadi Satpam beruntungl. Karena banyak rekan kita yang terkendala tinggi badan atau ijasah sekolah yang hanya lulus SMP,” kata Yudi Setiawan, pengelola outsourcing atau Badan Usaha Jasa Pengamanan, di Bandar Lampung.

 

Menurut Yudi bahkan banyak BUJP yang mensyaratkan pelamar Satpam harus bebas tattoo, telinga tidak bertindik dan tidak berkacamata, semakin beratlah persyaratan untuk menjadi Satpam, belum lagi biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti Pelatihan Gada Pratama.

 

“Kenapa persyaratannya berat dan banyak. Karena Anggota Satpam adalah “Avant Garde” atau “Garda Depan” didalam memberikan pelayanan dan pengamanan pada suatu lembaga perusahaan, atau tempat. Jadi sangat penting seorang Satpam juga memiliki penampilan yang menarik, sikap yang tegas, ramah, mampu berkomunikasi dengan baik, serta ada daya nalar atau intelegensilah,” katanya.

 

Yudi menjelaskan, pengalaman dirinya menggelar Sosialisasi soal Perkapolri No 24 Tahun 2007 tentang Satpam di Bandar Lampung, hampir semua pasar tradisional atau 95 petugas keamanan belum mengikuti Gada. “Satpam ada dua, biasanya Satpam organik yang tugas di perusahaan-perusahaan, bank, dan ada yang orsorsium. Untuk yang orsorsium sekitar 85 persen belum memiliki sertifikat,” kata Yudi.

 

Menurut Yudi, citra suatu lembaga- perusahaan, termasuk Pasar itu dapat tercermin dari anggota Satpamnya. “Karena apabila kita datang ke suatu lembaga atau perusahaan, yang pertama kali kita temui adalah anggota Satpamnya. Begitu pula apabila kita keluar dari lembaga perusahaan tersebut, orang yang terakhir kita temui adalah Anggota Satpamnya. Kesan ketika datang dan pulang itulah yang akan membekas dan membentuk citra suatu lembaga perusahaan, apakah baik atau buruk,” katanya.

 

Data lokasi pasar tradisional di Bandar Lampung.

 

1. Pasar Bawah di Jalan Pemuda, Enggal.

2. Pasar Tugu di Jalan Hayam Wuruk, Tanjungkarang Timur.

3. Pasar Way Halim di Jalan Rajabasa Raya, Kedaton.

4. Pasar Baru/Pasar Smep di Jalan Batu Sangkar, Tanjungkarang Pusat.

5. Pasar Pasir Gintung di Jalan Pisang, Tanjungkarang Pusat.

6. Pasar Tamin di Jalan Tamin, Tanjungkarang Pusat.

7. Pasar Gudang Lelang di Jalan Ikan Bawal, Bumi Waras.

8. Pasar Cimeng di Jalan Hasyim Ashari, Telukbetung Barat.

9. Pasar Ambon di Jalan RE Marta Dinata, Telukbetung Barat.

10. Pasar Kangkung di Jalan Hasanuddin, Telukbetung Selatan.

11. Pasar Panjang di Jalan Yos Sudarso, Panjang.

12. Pasar Tani di Jalan Melati, Kemiling.

13. Pasar Terminal Kemiling di Jalan Imam Bonjol, Kemiling.

14. Pasar Bambu Kuning di Jalan Bukit Tinggi, Tanjungkarang Pusat.

15. Pasar Way Kandis di Jalan Rati Dibalau, Tanjung Senang.

16. Pasar Rajabasa di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa.

17. Pasar Korpri Kompleks Korpri, Sukarame.

18. Pasar Untung di Jalan Untung, Labuhan Ratu.

19. Pasar Koga di Jalan Teuku Umar, Kedaton.

20. Pasar Perum Batar Unila di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa.

21. Pasar Tempel Way Halim di Lingkungan IV Perum Way Halim, Kedaton.

22. Pasar Labuhan Dalam di Jalan Ki Maja, Kedaton.

23. Pasar Tempel Imanuel di Jalan Untung Suropati, Sukarame.

24. Pasar Tempel Gotong Royong di Jalan Wolter Mongonsidi, Telukbetung Utara.

25. Pasar Tempel Besi Tua di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa.

26. Pasar Tempel Terminal Rajabasa di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa.

27. Pasar Tempel Way Dady di Jalan Pembangunan Way Dadi, Sukarame.

28. Pasar Tempel Way Kandis di Jalan Ratu Dibalau, Tanjung Senang.

29. Pasar Tempel Pulau Damar di Jalan Pulau Damar, Sukarame.

30. Pasar Tempel Stasiun di Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu.

31. Pasar Tempel Cahaya di Jalan Urip Sumoharjo, Way Halim.

 

Pasar Moderen

 

1. Central Plaza Jl. Kartini Tanjung Karang Pusat

2. Mall Kartini Jl. Kartini Tanjung Karang Pusat

3. Chandra Tanjung Karang Jl. Hayam Wutuk Tanjung Karang Timur

4. Chandra Teluk Betung Jl. Ikan Bawal, Teluk Betung Selatan

5. Gelael Jl.Jend.Sudirman, Tanjung Karang Pusat

6. Ramayana Robinson Jl. Raden Intan, Tanjung Karang Pusat

7. Simpur Center Jl. Katamso, Tanjung Karang Pusat

8. Lotus Plaza Jl. Raden Intan, Enggal

9. Mall Lampung Jl. Z.A. Pagar Alam, Rajabasa

10. Giant Jl. P. Antasari

11. Giant Kemiling

12. Giant Kedamaian

13. Chandra Kemiling Kemiling

14. Chandra Mall Bumi Kedaton Kedaton

(Sinarlampung)



WhatsApp chat