Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Untuk Remisi, Lapas Kelas IIA Kotabumi Usulkan 304 Napi

Lampung Utara (Journal) : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kotabumi memgusulkan 304 Narapidana untuk mendapatkan remisi pemotongan masa tahanan dimomen peringatan 17 Agustus mendatang.

Usul untuk mendapatkan Remisi atau pengurangan jukuman itu dilakukan jajaran Lapa Kelas II A Kotabumi itu dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun (Sabtu 17 Agustus 2019).

Disampaikan, Kepala Lapas Kelas II A Kotabumi, Tetra Destorie yang didampingi Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Yudha dan Kasubsi Registrasi Aditya Warman, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa dari 423 warga binaan yang ada di Lapas setempat sebanyak 304 Napi yang diusulkan mendapatkan pengurangan hukumannya.

Menurutnya, dari 304 jumlah napi itu terdiri dari kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), narkoba dan tindak pidana umum lainnya. Tetra mengatakan, meski hal ini baru sebatas usulan kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), namun dirinya optimis jika usulan yang diajukan mendapatkan persetujuan.

Dari 304 napi yang diusulkan mendapatkan remisi 17 Agustus tersebut, lanjutnya terdapat enam narapidana yang dinyatakan langsung bebas. Hal ini karenakan napi yang diusulkan mendapatkan remisi ini dianggap memiliki kelakuan baik selama menjalani hukuman atau pembinaan di Lapas Kotabumi.

“Yang kami usulkan sebanyak 304 napi, sebagian sudah ada surat keputusannya sedangkan sebagiannya lagi sedang proses,” ujarnya, Senin (12/8/2019).

Tetra juga menegaskan, peringataan Hari Kemerdekaan RI yang ke 74 tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2019 mendatang, dia memastikan bahwa terdapat 6 narapidana yang akan langsung bebas.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, secara keseluruhan warga binaan Lapas Anak Kelas II A Kotabumi masuk dalam kategori baik. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan serta aturan yang diberlakukan di dalam Lapas dengan antusias mereka (Napi) diikuti dan mentaati aturan-aturan yang ada.

“Sejauh ini mereka mengikuti berbagai kegiatan, seperti keterampilan, olah raga, kegiatan keagamaan serta kegiatan lainnya. Alhamdulillah pelanggaran dalam disiplinpun sudah berkurang,” ungkapnya.

Penulis : Orean



WhatsApp chat