Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Memasuki Usia ke-73, Kabupaten Lampung Utara Terus Berpacu dalam Pembangunan

Lampung Utara (Journal) : Kabupaten Lampung Utara telah genap bertambah 73 tahun,Maka dengan menambah usia ini, semakin meningkatkan semangat untuk berpacu terus meningkatkan dan memperbaiki pembangunan di segala bidang, termasuk di dalamnya juga termasuk bidang seni dan budaya.

Demikian sambutan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP. M.H
yang di wakilkan Pj Sekda bpk H. Sofyan SP., M.M dalam “Festival Seni Kotabumi II” Tahun 2019 di Taman Olah Seni, Selasa (25/6/2019).
Acara ini dihadiri Ketua dan Anggota DPRD lampung Utara, Forkopimda para Asisten Staf Ahli Kab. LU Para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, Kepala Bagian dan Camat Se-Kabupaten LI, Para Seniman, dan undangan lainnya.

Tidak lupa Pj Sekda, Sofyan juga mengajak semua undangan untuk memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunianya, pada hari ini seluruh yang hadir masih diberikan kekuatan dan kesempatan dapat hadir bersama pada acara “Festival Seni Kotabumi II” Tahun 2019.

Sholawat dan salam, marilah kita sanjung agungkan untuk junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, mari bergabung bersama keluarga dan para Semoga Kita umatnya yang mendapatkan syafaat beliau di yaumil kiyamah nanti. Amin, ya Robbal ‘Alamin.,” kata Sofyan dalam sambutannya.

Dikatakan Sofyan, event yang kita bertemakan “Kotabum Art Fesva II Tahun 2019 Pada event kotabumi Fertival II Tahun 2019 kita ini mengambil tema “Jung Pemersatu Apresiasi Untuk Masyarakat Berkepribadan Dalam Karya dan Budaya”.

Tema di dalam layanan ini sangat konsisten dengan peradatan kami di mana saja. transdnbas dara banyak disangun, mava “Jung” atau ukung atau “Perahu merupakan bagian penting daan keidupan masyarairat yaitu menjadi alat transportasi utama di aliran sungai yang tersebar di pelosok daerah. Apalag di bagian Timur, Barat, dan Selatan di Provins Lampung di lautan.

Pj Sekda Sofyan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terus berusaha untuk melestarikan pembangunan. Bahkan senior Kabupaten Lampung Utara telah menerbitkan Museum Rekor Indonesia atau MURI, yaitu sebagai Kabupaten yang menggelar acara adat Nyubuk Majew dengan peserta terbanyak. Selain tu, juga pernah mengulas tentang daerah yang menggelar acara Menulis Aksara Lampung secara masal dengan peserta terbanyak pula.

Alhamdulillah pelesatarian budaya yang telah kita lakukan bersama ini, Pemerintah Pusat, melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah memberikan pengakuan kepada kita, dengan memberikan 3 Sertifikat Warissan Budaya Tak Benda ke Kabupaten Lampung Utara yaitu Nyubuk Majew, Sebambangan, dan Cangget . Saudara-saudara dan Hadirin yang saya hormati, Mari kita lestarikan seni budaya kita,” kata dia.

Bahwa dengan tetap mempertahankan kerukunan dan kedamaian, selalu transportasi masih memerlukan sungai dan laut, diperlukan waktu berminggu-minggu untuk bisa sampai tujuan. Namun, menunjukkan, sekat dan batasan-fakta sejarah tersebut, tidak menjadi halangan, bagi nenek moyang kita, untuk merajut tali persaudaraan, dan membangun peradaban.

Karena mengalihkan, “Jung” atau Jukung “, atau” Perahu “ini, telah menjadi simbol atau perlambang perjalanan masyarakat Lampung, yang bergerak dari satu titik ke titik lain, yang mampu menyatukan ikatan persaudaraan, hanya tersedia di wilayah Lampung saja, tetapi Juga-ke-saudara dan Hadirin yang saya hormati, Kini, “Jung” atau “Jukung”, atau “Perahu” ini telah menjadi salah satu simbol budaya daerah Lampung, yang membantu memperkaya khasanah budaya bangsa. dari budaya nasional, yang disetujui budaya daerah berdiri dengan kokah, maka tentu saja budaya nasional disetujui sama kokohnya. Berpikir positif dalam menyikapi berbaga ung berkembang saat ini, serta terus berjuang bersama, merajut persatuan dan kesempurnaan dalan bingkai NKR.

“Demikian, dapatkah saya sarmpaikan, fidak lupa, saya ucapkan terimakasih kepada para peserta Festival di luar dacrah Mudah menerima Allah SWT, senantiasa memberikan ridho dan barokah kerpada kita semua. Amiln ya robbalalamin Akhirnya, “Bismillahirrahmannirrahim”, Festival II Tahun 2019, saya nyatakan “dibuka” Dengan membicarakan Kotabumi Seni, terima kasih,” tutupnya. (advertorial)



WhatsApp chat