Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Komisi IV DPRD Lampung Minta Pembangunan Pulau Tegal Dihentikan

Bandar Lampung (JL) : Anggota Komisi IV Dprd Lampung Watoni Nurdin meminta dinas terkait menghentikan pembangunan di pulau tegal. Pihaknya berencana akan memanggil dinas terkait untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

Selain itu, akan melakukan tinjauan langsung ke pulau tegal untuk melihat dampak pembangunan tersebut. Menurutnya jika investor ingin melakukan pembangunan harus menuhi peraturan yang ada, karena bisa terkena sanksi administrasi dan sanksi pidana, sehingga dirinya mendorong pihak kepolisian agar segera menindaklanjutinya.

Diketahui badan lingkungan hidup daerah lampung sudah menyurati pihak pengelola pulau tegal pada februari 2018 lalu untuk menghentikan pembangunan.

Pemprov lampung melalui dinas lingkungan hidup akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian demi mendesak thomas azis riska menghentikan pembangunan  objek wisata tegal mas di pulau tegal atas sangkaan perusakan lingkungan.

Permintaan penghentian aktivitas tersebut  telah dilayang tapi tak dihiraukan oleh pengelola.

Desakan penghentian tersebut berdasar laporan wahana lingkungan  hidup lampung tentang dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pembangunan di pulau tegal yang dikenal dengan wilayah konservasi laut ini.

Kemudian direspons dengan permintaan penghentian kegiatan  melalui surat kepala dinas lingkungan hidup  lampung pada 27 febuari 2018.

Padahal menurut  kepala bidang tata lingkungan dinas lingkungan hidup lampung heri munzali  permintaan  penghentian kegiatan  pembangunan fisik itu hanya bersifat sementara hingga  pihak pengelola melengkapi segala perizinannya.

Untuk  itu, pemprov melalui dinas lingkungan hidup akan berkordinasi dengan polda lampung demi menghentikan  dugaan perusakan lingkungan oleh thomas aziz riska.

Sebelumnya thomas aziz riska membenarkan sedang melaksakan beragam pembangunan wisata di pulau tegal bernama tegal mas(*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat