Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Pj Sekdaprov Hamartoni Jadi Dewan Penasehat IK-DMI Lampung

Bandar Lampung (JL) : Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) meminta Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis menjadi Dewan Penasihat di IK-DMI Provinsi Lampung. Hal tersebut demi pembinaan keagamaan dan meciptakan persatuan antar umat beragama khususnya di Provinsi Lampung.

Ketua Umum MPW IK-DMI Provinsi Lampung, Ahmad Dimyathi mengatakan Pj. Sekdaprov menanggapi positif permintaan tersebut. “Pertama kita ingin bersilaturahmi, lalu meminta beliau (Hamartoni, red) untuk berkenan menjadi dewan penasehat di IK-DMI wilayah Lampung. Alhamdulillah beliau berkenan. Kami juga sudah ada kedekatan personal, beliau orangnya juga religius dan beliau memberikan respon positif terhadap kehadiran kami,” ujar Ahmad Dimyathi, saat beraudiensi dengan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung di ruang rapat kerja Sekdaprov, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (6/2/2019).

IK-DMI terbilang organisasi baru di Provinsi Lampung. Menurut Ahmad Dimyathi, pihaknya juga akan melakukan pelantikan kepengurusan tingkat daerah di kabupaten/kota. “Kami juga meminta arahan dan nasihat beliau terkait apakah ada kesempatan untuk kami dari IK-DMI mengajukan penganggaran untuk melaksanakan pelantikan. Untuk rencana pelantikan akan disesuaikan dengan anggaran, jika anggaran dari pemprov ini memungkinkan bisa, maka kita akan mengikuti kapan anggaran itu bisa direalisasikan,” katanya.

Untuk di Provinsi Lampung, Ahmad menyebutkan saat ini IK-DMI baru tersebar di delapan kabupaten/kota. “Untuk pengurus wilayah sendiri setidaknya ada sekitar 15 orang dan di setiap daerah variatif, tergantung potensi SDM yang ada setiap daerah. Kami juga baru selesai melaksanakan Rakernas 23 Desember 2018 lalu di Jakarta Selatan, kita tanpa modal dan kita bekerja benar-benar karena Allah. Kita siapkan mental kita, harta dan tenaga kita untuk bagaimana menyelesaikan ini (pelantikan,red) sebelum bulan tiga kalau bisa, itu target kita insya Allah,” tuturnya.

Dimyati menjelaskan, IK-DMI Lampung yang baru saja terbentuk ini juga ingin menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat. Pihaknya pun telah menjalin koordinasi dengan beberapa instansi terkait. Mulai dari Pemprov Lampung, Polda Lampung, Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung, hingga Pemkot Bandar Lampung.

Pada April 2019, tepatnya 26-28 April, MPW IK-DMI Lampung akan melantik Majelis Pimpinan Daerah (MPD) 15 kabupaten/kota se-Lampung. Total 75 orang yang akan mengikuti pelantikan sekaligus menjadi peserta Musyawarah Wilayah.

“Kemudian, akan ada training of trainer (TOT) dengan materi di antaranya fiqih khotbah. Khotib juga punya standar kompetensi, seperti bacaan yang fasih, banyak hafal surat dalam Alquran, dan lainnya,” papar Gus Dimyati.

Untuk perdana, pihaknya akan menjadikan Bandar Lampung sebagai percontohan pelaksanaan TOT. Adapun TOT di Bandar Lampung akan berlangsung di Gedung Semergou Pemkot Bandar Lampung.

“Target kami minimal 600 orang dan maksimal 1000 orang untuk peserta TOT. Kenapa di Bandar Lampung lebih dahulu, karena sudah paling siap. Kalau nanti sukses di Bandar Lampung, kami akan terapkan di daerah lainnya,” kata Gus Dimyati.

Dalam audiensi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung siap bersinergi bersama IK-DMI. Hamartoni minta IK-DMI menjadi organisasi yang mampu memberikan pesan-pesan positif. “Salah satunya pesan yang mempersatukan bangsa Indonesia melalui syiar dan dakwah,” ujar Hamartoni. IK-DMI sendiri adalah Badan Otonom dari DMI yang saat ini dinakhodai oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla selaku Ketua Umum DMI sekaligus Ketua Penasehat lK-DMI, dan Komjen Pol Syafruddin selaku Ketua Pembina MPP lK-DMI. (Humas Pemprov Lampung)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat