Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Andi Surya Prihatin Kondisi SDN 21 Way Ratai


Bandar Lampung (JL) : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Andi Surya angkat bicara terkait kondisi SDN 21 Way Ratai, di Desa Gunung Rejo, Dusun Kaliawi Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran yang sangat memperihatinkan.
“Sebagai orang parlemen saya perihatin akan kondisi sekolah tersebut,” kata Andi saat dimintai tanggapannya melalui pesan whatsaap, Senin (04/02/2019).
Menurut Andi, dalam kondisi sekarang ini sumber daya manusia unggul harus terus dibangun. Untuk itu, diperlukan prasarana untuk belajar mengajar yang baik dan memenuhi syarat. “Seharusnya sarana seperti ini bisa diatasi,” ujar pemilik perguruan tinggi Umitra itu.
Meski demikian, lanjut Andi, kemungkinan ada spot-spot tertentu di mana dinas pendidikan setempat tidak melihat fakta yang ada di sekolah tersebut. Untuk itu, pihak kecamatan beserta kepala desa yang terkait dengan wilayah sekolah itu segera melakukan koordinasi.
“Komunikasikan bangunan sekolah itu kepada pemerintah Kabupaten Pesawaran, khususnya pihak dinas pendidikan,” imbuhnya seraya mengatakan jika usulan dan permintaan rehab disetujui, maka jelas menambah suasana belajar bias lebih baik.
Andi juga menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam hal ini dinas pendidikan untuk selalu melakukan monitoring dan evalusasi keberadaan fisik sekolah-sekolah yang mulai menurun dan memerlukan perbaikan sehingga tdk terkesan adanya pembiaran.
“Untuk itu, harapan saya pada tahun anggaran ini Pemkab/kadisdik dapat segera melalukan perbaikan dan penambahan kapasitas fisik SDN 21 Way Ratai ini, sehingga proses belajar mengajar (PBM) dapat berlangsunh nyaman aman dan menyenangkan peserta didik,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, kondisi bangunan SDN 21 Way Ratai di Desa Gunung Rejo, Dusun Kaliawi Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran, sangat mengharapkan kehadiran Pemerintah Pesawaran dan Dinas Pendidikan Pesawaran. Dimana terlihat tiga ruangan untuk kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Saat awak media meninjau langsung ke SDN, 21 Way Ratai, yang berlokasi di Dusun Kaliawi Desa Gunung Rejo Kecamatan Way Ratai (red), sangat terlihat dari luar telah tampak atap bangunan plafonnya berantakan, serta pintu dan kusen yang sudah pada rapuh.

Saat ditemui di ruangan sekolah, salah satu Guru mengatakan, bahwa 3 ruang kelas yang tak tersentuh bantuan rehab, kurang lebih sudah 15 tahun. Tapi sampai saat ini belum juga ada perhatian dari dinas terkait atau kucuran bantuan untuk rehab, yang saat ini kondisi SDN 21 Way Ratai sangatlah memprihatinkan dan sudah tidak layak.

“Dari 3 ruang Kelas yang parah itu sudah lamalah ini, sekitar 15 tahun kondisi tidak ada perehaban, karena saya pun menjadi guru honor disini sudah 13 tahun,” ucapnya, Sabtu (2/2/2019).

Ia menambahkan, meski dengan kondisi kelas yang langit-langitnya bolong, serta beberapa jendela tidak ada kaca, namun kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilakukan diruangan tersebut.

“Belajarnya disitu, kalau hujan bocor, kadang airnya juga masuk ke kelas, lihat aja sebagian pintunya juga ga ada, jendela ga ada,” ungkapnya.

Dan setahu saya, kata dia lagi, pihak sekolah sendri telah beberapa kali mengajukan proposal bantuan ke instansi terkait, melalui Dinas Pendidikan Pesawaran. Namun bantuan tersebut tak kunjung tiba. “Pengajuan sudah beberapa kali tapi malah yang sering dapat bantuan SD lain,” jelasnya.

Selain dengan kondisi ruang kelas yang sangat memprihatinkan dan yang seharusnya layak dapat bantuan rehab dari Dinas terkait, SDN 21 Way Ratai juga saat ini, hanya memiliki total 51 murid.

Selain ruang kelas baru, pihak SDN 21 Way Ratai juga mengharapkan adanya pembangunan pagar sekolah juga vaping. “Sebab selama ini bila lagi upacara di halam sekolah seperti kubangan kerbau bila musim hujan,” ujar guru tersebut.

“Untuk itu kami pun sangat berharap pada pemerintah dan dinas terkait agar bisa secepatnya merespon, melihat dan melakukan tindakan bagi ketiga ruang kelas SDN 21 Way Ratai yang sampai saat ini belum tersentuh bantuan rehab ruang kelas dari Dinas terkait,” pungkasnya dikutip dari Kejarfakta.com.(*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat