Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Izin Macthing Competency Development, Hamartoni : Mungkin Sudah Tapi Coba Saya Cek Dahulu

Bandar Lampung (JL) : Kegiatan pelesiran 60 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se-Bandar Lampung diduga ilegal. Pasalnya, pihak terkait diduga belum melayangkan surat permohonan ijin secara tertulis kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Hamartoni Ahadis membenarkan telah mengetahui agenda keberangkatan puluhan kepala sekolah SMK ke Singapura dan Malaysia. Namun pemberitahuan baru disampaikan secara lisan, bukan melalui surat tertulis.

“Kalau kegiatan tersebut saya sudah tahu, karena memang pernah ada komunikasi terkait kegiatan edukasi itu,” jelas Hamartoni Ahadis saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (30/1).

Sementara, ketika ditanya mengenai izin tertulis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Ia mengatakan akan melakukan crosscheck terlebih dahulu. “Mungkin sudah tapi coba saya cek terlebih dahulu,” singkatnya.

Diketahui, puluhan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se-Kota Bandar Lampung bertandang ke Singapura dan Malaysia.

Dikabarkan, rombongan kepala sekolah beserta pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung itu baru akan kembali ke Bandar Lampung, Rabu (30/1) pagi tadi.

Keberangkatan puluhan kepala sekolah ke Negeri Jiran itu, dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar ketika ditanya pihak wartawan.

Mantan Pj Walikota Bandar Lampung itu beralasan keberangkatan puluhan kepala sekolah SMK se-Bandar Lampung tersebut dalam rangka penyesuaian kurikulum kejuruan dengan industri.

“Mereka berangkat dalam rangka Macthing Competency Development atau Penyelarasan dan Pengembangan Kejuruan di SMK dengan Industri,” kata Sulpakar kepada wartawan, Selasa (29/1).

Ia menjelaskan, kepergian itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kepala sekolah SMK untuk menciptakan lulusan tingkat kejuruan yang mampu bersaing dalam pasar bebas Asean.

“Selain itu memberikan wawasan juga kepada kepala SMK untuk penyesuaian lulusan SMK untuk bisa bekerja di pasar bebas Asean,” terusnya.(sumber lampungcenter)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat