Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Resmi Ditahan KPK, Khamami Diperiksa 1×24 Jam

Jakarta (JL) : Setelah ditetapkan ditahan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Mesuji Khamami, sebagai tersangka kasus dugaan suap senilai Rp1,58 miliar terkait fee proyek pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018.

Khamami keluar ruangan penyidik KPK menggunankan pakaain orange, khas tersangka KPK, dengan tangan di borgol, dan ditutupi bungkusan plastik barang milik Khamami. Khamami sempat kesulitan melambaikan tangan. “KHM (Khamami) ditahan di rutan Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari pertama. Khamami ditahan pada Jumat dini hari setelah menjalani pemeriksaan di KPK selama 1×24 jam.,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (25/1).

Sementara keempat tersangka lainnya juga ditahan tetapi di rutan yang berbeda. Adik Bupati Mesuji Taufik Hidayat ditahan di rutan Polda Metro Jaya, Sekretaris Dinas PUPR kabupaten Mesuji sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Wawan Suhendra ditahan di Polres Metro Jakarta Timur.

Selanjutnya pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secillia Putri Sibron Azis ditahan di rutan Kelas I cabang KPK dan satu orang pihak swasta bernama Kardinal ditahan di rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam perkara ini, Bupati Mesuji Khamami diduga menerima suap senilai Rp1,58 miliar sebagai “fee” proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta Sibron Azis melalui Wawan Suhendra.

Suap tersebut merupakan pembayaran “fee” atas 4 proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh 2 perusahaan milik Sibron yaitu pertama proyek yang bersumber dari APBD 2018 dikerjakan oleh PT Jasa Promix Nusantara (JPN)) berupa pengadaan base dengan nilai kontrak sekitar Rp9,2 miliar.

Kedua, tiga proyek yang bersumber dari APBD-Perubahan 2018 yaitu satu proyek dikerjakan PT JPN yaitu pengadaan bahan material ruas Brabasan-Mekarsari sebesar Rp3,75 miliar dan dua proyek dikerjakan PT Secilia Putri (SP) yaitu pengadan base Labuhan Mulya-Labuhan Baru-Labuhan Batin sebesar Rp1,48 miliar dan pengadaan bahan material penambangan kanan-kiri (segitiga emas-muara tenang) senilai Rp1,23 miliar.

Pemberian suap diserahkan secara bertahap yaitu pada 28 Mei 2018 sebagai tanda tangan kontrak diterima pemberian sebesar Rp200 juta dan 6 Agustus 2018 diterima sebesar Rp100 juta serta pada 23 Januari 2019 diserahkan Rp1,28 miliar. (ant/)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat