Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Warga Lambar Dihimbau Catat Call Centre 6 UPT

Lambar – Plt. Kasat Pol-PP Kabupaten Lampung Barat Muhammad Henry Faisal, S.H, M.H., menghimbau kepada masyarakat di kabupaten setempat untuk mencatat dan menyimpan call centre enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) yang ada.

Dengan begitu ketika terjadi musibah kebakaran, maka petugas Damkar yang menerima informasi bisa langsung bertindak cepat dengan menurunkan personel dan armadanya sehingga bisa meminimalisasi kerugian dari para korban.
Pihaknya menghimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas saat terjadi musibah kebakaran. Dan apabila terjadi kebakaran, kiranya agar segera menghubungi nomor telepon berikut :UPT Liwa(0728) 21902 atau 082387306535UPT Belalau085267347538UPT Sukau 085267346287UPT Waytenong 085267346246UPT Kebuntebu 082181657750UPT Sumberjaya 082175439054.
Damkar, yang merupakan bagian dari Satpol-PP selalu siap siaga 1×24 jam untuk membantu memadamkan api dimanapun selama lokasi bisa dijangkau. “Perlu diingat, bukan hanya di wilayah Lampung Barat saja tetapi wilayah Kabupaten terdekat yang membutuhkan seperti OKU Selatan dan wilayah perbatasan Lampung Utara juga kami siap membantu”, imbuhnya.
Selain memaksimalkan kesiapan anggotanya, peralatan dan perlengkapan juga akan terus dilengkapi dan dimaksimalkan sehingga dapat membantu jika terjadi musibah kebakaran. Saat ini posko/UPT Damkar baru tersedia enam UPT yaitu Balikbukit, Belalau, Sukau, Waytenong, Kebuntebu, Sumberjaya yang dimaksimalkan untuk kebutuhan dari 15 Kecamatan se Lampung Barat.
Dengan keterbatasan personil dan perlengkapan, tentunya Regu Damkar dari setiap UPT akan saling membantu bersama-sama jika terjadi bencana kebakaran walaupun dengan kondisi geografis Lampung Barat yang penuh dengan perbukitan serta jalan yang berliku. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap sekecil apapun kemungkinan terjadi kebakaran dengan tetap memperhatikan indikasi seperti kebocoran selang/regulator gas, sumbu kompor minyak, listrik, lilin/lampu minyak tanah, obat nyamuk bakar, sampah kering dan juga puntung rokok.
“Kepada seluruh kepala pekon (peratin) agar dapat membuat bak penampung air (embung) di tempat-tempat strategis pada setiap pekonnya, serta ALKON dan mesin steam dengan menggunakan anggaran dana desa. Hal ini dimaksudkan dalam rangka penanganan awal sebelum petugas dan mobil damkar tiba dilokasi, sehingga dapat meminimalisir kerugian harta benda dan jiwa pada saat terjadi kebakaran pemukiman maupun lahan”, pungkasnya.(Fb)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat