Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Bupati Waykanan : Perbankan Syariah Berkembang Cukup Pesat

Waykanan (JL) : Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya mengatakan perbankan di Indonesia kini makin diramaikan dengan adanya bank syariah, yang menawarkan produk keuangan dan investasi dengan cara yang berbeda jika dibandingkan bank konvensional.
“Meskipun masih dianggap “newbie”, perbankan syariah berkembang cukup pesat, maklum saja, karena Indonesia negara muslim terbesar di dunia,” kata Adipati dalam Seminar Diskusi Panel dalam rangka Milad ke-8 PT. Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Way Kanan di GSG Way Kanan, Kamis 24 Januari 2019 yanh dihadiri Wakil Bupati, Forkompimda, Camat, Komisaris Utama PT BPRS Way Kanan
Adipati menambahkan, Pada prinsipnya Bank merupakan entitas yang melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk pembiayaan atau dengan kata lain melaksanakan fungsi intermediasi keuangan. Dalam sistem perbankan di Indonesia terdapat dua macam sistem operasional perbankan, yaitu bank konvensional dan bank syariah.
Sesuai UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum Islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia seperti prinsip keadilan dan keseimbangan, kemaslahatan, universalisme, serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan obyek yang haram.
Selain itu, UU Perbankan Syariah juga mengamanahkan bank syariah untuk menjalankan fungsi sosial dengan menjalankan fungsi seperti lembaga baitul mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf sesuai kehendak pemberi wakaf.
Dalam fungsi pengaturan dan pengawasan perbankan syariah dari aspek pelaksanaan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik dilaksanakan oleh OJK sebagaimana halnya pada perbankan konvensional, namun dengan pengaturan dan sistem pengawasan yang disesuaikan dengan kekhasan sistem operasional perbankan syariah.
Masalah pemenuhan prinsip syariah memang hal yang unik, karena hakikinya bank syariah adalah bank yang menawarkan produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Kepatuhan pada prinsip syariah menjadi sangat fundamental karena hal inilah yang menjadi alasan dasar eksistensi bank syariah, bahkan bank-bank konvensional kini ikutan tren dengan mendirikan institusi syariah atau unit usaha syariah hal ini dilakukan untuk menggaet lebih banyak nasabah yang tertarik dengan keunggulan bank syariah.
Dalam setiap aktivitas usahanya, Bank Syariah selalu menggunakan hukum-hukum Islam yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadist. Berbeda dengan bank konvensional yang mengandalkan sistem bunga, sedangkan Bank Syariah lebih mengutamakan sistem bagi hasil, sistem sewa, berinvestasi pada usaha yang halal dan sistem jual beli yang tidak menggunakan sistem riba.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan, beberapa tahun terakhir ada sekitar 15 juta orang diseluruh Indonesia yang menjadi nasabah bank syariah. Memang capaian tersebut masih jauh apabila dibandingkan dengan nasabah bank konvensional yang berjumlah sekitar 80 juta orang.
PT. BPRS Way Kanan harus segera dan terus berbenah dan berkreasi sehingga dapat bersaing dengan bank konvensional, diusia yang ke-8 tahun ini saya berharap agar PT. BPRS Way Kanan bisa terus tumbuh dan berkembang, teruslah belajar dengan bank konvensional bagaimana memberikan pelayanan kepada nasabahnya, hal-hal yang memang baik dan menjadi program unggulan patut dijadikan bench mark bagi Bank Syariah untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Selain belajar dari bank lain, PT. BPRS Way Kanan juga perlu memahami, menelaah dan menerapkan prinsip-prinsip akhlak Islami dalam meningkatkan pelayanannya kepada nasabah.
PT. BPRS Way Kanan juga perlu membuat dan melaksanakan strategi pemasaran yang tepat sasaran Pemasaran, baik secara langsung (hard selling) maupun tidak langsung (soft selling), harus berlangsung seiring sejalan. Selain meningkatkan jumlah nasabah, pemasaran yang dilakukan PT. BPRS Way Kanan juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang prinsip-prinsip ekonomi syariah, sehingga PT. BPRS Way Kanan tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual value. Jika masyarakat sudah tercerahkan tentang kelebihan prinsip-prinsip ekonomi syariah, maka mereka dengan sendirinya akan tergerak menjadi nasabah bank syariah.
Seminar dan Diskusi Panel, dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Chief Editor Lampung Pro Amirudin Sormin dengan Pemateri Kepala OJK Lampung Indra Krisna dengan materi Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah, Dekan Fakultas Bisnis Islam UIN Lampung Dr. Moh. Bahrudin, M.Ag dengan materi Mengapa Harus Bank Syariah, Direktur Utama BPRS Bandar Lampung Ridwansyah, S.E.,M.E,Sy mengangkat materi Peran Bank Syariah Dalam Pembangunan dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Dr. Ayi Ahadiyat, S.E.,M.B.A dengan materi Percepatan Pembangunan di Kabupaten Way Kanan dengan Partisipasi BPRS Way Kanan Go Digital.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan pemberian hadiah kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pertanian dan Inspektorat Daerah Kabupaten Way Kanan sebagai instansi dengan sistem pembayaran terbaik.(jhon)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat